Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak tanpa batas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat dari ancaman hoaks dan disinformasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Klinik Hoaks Jawa Timur melalui kolaborasi dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur.

Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan publik dalam memilah, memverifikasi, dan memahami informasi yang beredar di berbagai platform digital.

Seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, masyarakat dihadapkan pada tantangan besar berupa banjir informasi yang tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya. Kondisi tersebut membuat edukasi digital menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa Klinik Hoaks Jawa Timur memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dan layanan klarifikasi informasi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Danrem 073/Makutarama Kawal Kunjungan Kerja Pangdam IV/Diponegoro di Wilayah Jajaran

Menurutnya, keberadaan platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengecekan fakta, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyebaran informasi palsu.

“Kami mengoptimalkan Klinik Hoaks Jawa Timur sebagai sarana edukasi publik dan mengajak JMSI untuk bersinergi dalam memperluas literasi digital masyarakat,” ujar Sherlita di Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Sherlita menjelaskan, Diskominfo Jatim terus mengembangkan berbagai layanan dalam Klinik Hoaks agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui platform tersebut, warga dapat memperoleh informasi yang telah diverifikasi sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali berita palsu, informasi menyesatkan, maupun konten manipulatif yang kerap beredar di media sosial.

Selain itu, Diskominfo Jatim juga mengajak JMSI untuk terlibat aktif dalam berbagai program literasi digital yang diselenggarakan di berbagai daerah di Jawa Timur. Bentuk kegiatan tersebut meliputi seminar, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, hingga sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:  Orpes Generasi XIV Resmi Dikukuhkan, Dispendik Surabaya Perkuat Kolaborasi Pelajar

Langkah tersebut dinilai penting mengingat media siber memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan menyebarluaskan informasi yang kredibel kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam, menyambut positif ajakan kolaborasi yang ditawarkan Diskominfo Jatim. Ia menilai keberadaan Klinik Hoaks merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan media menjadi faktor kunci dalam membangun budaya literasi digital yang kuat di tengah masyarakat.

“Kami siap mendukung optimalisasi Klinik Hoaks Jawa Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat,” kata Syaiful Anam.

Ia menambahkan, JMSI Jawa Timur akan terus mendorong seluruh anggotanya untuk menjalankan praktik jurnalistik yang profesional dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Aksi Tanggap Semeru: Personel SAR Polda Jatim Sisir Jalur Terdampak, Bagikan Masker di Tengah Kepungan Abu Vulkanik

Di era digital saat ini, lanjutnya, media memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi sumber informasi terpercaya sekaligus menjadi benteng pertama dalam menangkal penyebaran hoaks.

Kolaborasi antara Diskominfo Jatim dan JMSI diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memverifikasi informasi, tetapi juga membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif.

Melalui penguatan peran Klinik Hoaks Jawa Timur, kedua pihak optimistis masyarakat akan semakin cerdas dalam mengonsumsi informasi, lebih kritis terhadap berbagai konten yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum teruji kebenarannya.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang digital yang aman, kredibel, dan edukatif, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. (*)