BANDUNG | SuaraGlobal.com – Dunia intelijen identik dengan kerja senyap. Hasil kerjanya jarang terlihat, namun dampaknya dapat dirasakan oleh banyak orang. Di balik berbagai upaya menjaga stabilitas keamanan di Jawa Barat, terdapat sosok Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si., yang kini mengemban amanah sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Jawa Barat.

Bagi Joseph Ananta Pinora, intelijen bukan sekadar profesi. Bidang tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di Kepolisian Republik Indonesia. Selama bertahun-tahun, ia menekuni dunia intelijen, mulai dari tugas-tugas lapangan hingga posisi strategis di tingkat nasional.

Lahir di Surabaya pada 7 Februari 1975, Joseph memulai karier kepolisiannya setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1997. Namun perjalanan belajarnya tidak berhenti di sana. Ia terus menambah bekal keilmuan melalui pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar Magister dan Doktor dari Universitas Indonesia.

Baca Juga:  Dengan Semangat “Hiu Petarung”, Yonif 3 Marinir Sabet Juara Pertama Dayung Perahu Karet di Lomba Binsat Kormar 2024

Menurut keterangan yang disampaikannya, upaya memperluas wawasan juga membawanya mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di sejumlah negara. Rusia menjadi salah satu negara yang pernah menjadi tempatnya menimba pengalaman terkait intelijen dan keamanan. Selain itu, ia juga mengikuti program pendidikan, pelatihan, maupun studi banding di Inggris, Jerman, Finlandia, Israel, Singapura, Thailand, Jepang, dan Tiongkok.

Berbagai pengalaman tersebut mempertemukannya dengan beragam pendekatan dan strategi keamanan yang diterapkan di berbagai belahan dunia. Baginya, perkembangan teknologi dan dinamika ancaman global menuntut aparat keamanan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Sepanjang kariernya, Joseph dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjadi Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, sebuah posisi yang menuntut kemampuan membaca dinamika sosial dan keamanan di kota metropolitan.

Kariernya kemudian berlanjut saat dipercaya memimpin Polres Sumenep pada 2016 hingga 2017. Setelah itu, ia kembali berkonsentrasi di bidang yang telah lama ditekuninya, yakni intelijen keamanan. Ia mengemban tugas sebagai Kasubbidalsus Bidinteltek Baintelkam Polri dan Agen Intelijen Kepolisian Madya Tingkat III Baintelkam Polri sebelum akhirnya dipercaya memimpin Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Barat.

Baca Juga:  Polres Blitar Borong Penghargaan Nasional, Kapolres Beri Apresiasi Anggota

Di lingkungan kerjanya, Joseph dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kemampuan intelijen berbasis teknologi. Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak lagi hanya hadir di ruang fisik, tetapi juga berkembang di ruang digital yang bergerak cepat dan lintas batas.

Karena itu, ia mendalami berbagai aspek Techno Intelligence, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengumpulan informasi, analisis data, dan pengambilan keputusan strategis. Di saat yang sama, ia juga memperdalam kajian mengenai kontra-terorisme dan berbagai bentuk ancaman keamanan modern lainnya.

Ketertarikannya pada dunia akademik membuat Joseph tidak hanya menjadi pelaksana tugas di lapangan, tetapi juga aktif mengembangkan kajian ilmiah. Ia menaruh perhatian pada metodologi penyelidikan intelijen serta sistem yang dapat meningkatkan efektivitas kerja intelijen di era modern.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Semarang Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah

Kini, di tengah dinamika Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Joseph bersama jajaran Intelkam Polda Jawa Barat terus berupaya memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Melalui komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai komunitas, ia mendorong terciptanya kolaborasi dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Bagi Joseph Ananta Pinora, keamanan bukan hanya tugas aparat semata. Keamanan adalah hasil kerja bersama yang memerlukan kewaspadaan, komunikasi, dan kepercayaan dari seluruh elemen masyarakat. Dari balik layar, ia terus menjalankan perannya sebagai bagian dari sistem yang bekerja menjaga stabilitas dan ketertiban demi kepentingan yang lebih besar: keamanan bangsa dan negara.(Aiz)