Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | BANGKALAN ,– Suasana Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mendadak berubah duka setelah seorang warga berinisial SY (50) meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis celurit pada Rabu malam (3/6/26).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tersebut mengejutkan warga sekitar. Korban yang dikenal sebagai warga setempat diduga diserang secara tiba-tiba oleh seorang pria yang datang ke rumahnya.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun kepolisian dari sejumlah saksi, pelaku awalnya datang dan menemui korban di kediamannya. Tidak ada tanda-tanda keributan saat pertemuan itu berlangsung. Bahkan, pelaku disebut sempat berinteraksi dengan korban secara normal.

Baca Juga:  Begal Motor Demi Konten, Enam Remaja di Surabaya Diamankan Polisi

Namun situasi berubah dalam hitungan detik. Setelah berjabat tangan dengan korban, pelaku diduga langsung mengeluarkan celurit yang dibawanya dan mengayunkannya ke arah perut korban.

Serangan mendadak tersebut membuat korban mengalami luka serius. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian dan menghilang sebelum warga sempat melakukan pengejaran.

Korban yang mengalami luka parah sempat mendapatkan pertolongan. Namun akibat luka yang dideritanya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai informasi yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku.

Baca Juga:  Target Zero Accident! Ratusan TKBM Tanjung Perak Jalani Refreshment K3, Keselamatan Jadi Prioritas

Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan bahwa penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa korban tersebut.

“Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan penyelidikan agar perkara ini bisa terungkap secara jelas,” ujar Ipda Agung saat ditemui di Mapolres Bangkalan, Kamis (11/6/2026).

Menurut Agung, keterangan para saksi menjadi salah satu fokus utama penyidik untuk merangkai kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pelaku.

“Pelaku sempat berjabat tangan dengan korban, kemudian mengeluarkan celurit dan mengayunkannya ke arah perut korban. Setelah kejadian tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Penggelapan, Mantan Manager KSP Mitra Agung Ungaran Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Hingga kini, polisi masih mendalami berbagai kemungkinan yang menjadi motif di balik aksi penganiayaan tersebut. Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi maupun yang mengetahui kejadian telah dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.

Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara intensif. Selain memburu pelaku, penyidik juga berupaya mengungkap latar belakang penyerangan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga berharap pelaku segera ditangkap agar kasus tersebut dapat terungkap dan memberikan kejelasan atas tragedi yang terjadi di wilayah Tragah tersebut. (*)