Transportasi Publik Jadi Kunci Hemat Energi, DPRD Jatim Dorong Sistem Terintegrasi untuk Tingkatkan Mobilitas

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Penguatan sistem transportasi publik terus didorong sebagai salah satu solusi strategis untuk menjawab tantangan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung upaya efisiensi energi. Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), transportasi umum dinilai mampu menjadi tulang punggung mobilitas yang lebih efektif, hemat, dan ramah lingkungan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menilai pengembangan layanan transportasi publik yang terintegrasi harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Selain mampu memperlancar pergerakan masyarakat, sistem transportasi yang baik juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan tingginya konsumsi energi.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengatakan bahwa transportasi publik memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung efisiensi energi nasional. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum, maka semakin besar pula potensi penghematan BBM yang dapat dicapai.
“Penguatan transportasi publik tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan mobilitas masyarakat. Ketika akses transportasi semakin mudah dan nyaman, masyarakat akan lebih memilih menggunakan angkutan umum dibanding kendaraan pribadi,” ujar Cahyo.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sejumlah negara maju dalam mengatasi persoalan transportasi tidak terlepas dari keberadaan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, hingga transportasi ramah lingkungan saling terhubung dalam satu sistem yang memudahkan masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
Menurut Cahyo, konsep serupa perlu terus dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Dengan sistem transportasi yang terkoneksi dengan baik, masyarakat dapat melakukan perjalanan secara lebih efisien dari sisi waktu, biaya, maupun penggunaan energi.
“Integrasi transportasi menjadi faktor penting. Ketika masyarakat dapat berpindah moda dengan mudah, maka transportasi publik akan semakin menarik dan mampu menjadi pilihan utama,” katanya.
Ia menilai Kota Surabaya telah menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam pengembangan layanan transportasi publik. Berbagai moda transportasi yang tersedia saat ini mulai memberikan alternatif perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat perkotaan.
Namun demikian, Cahyo menegaskan bahwa masih diperlukan berbagai pembenahan agar manfaat transportasi publik dapat dirasakan lebih luas. Pemerintah daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas cakupan rute, serta memperkuat konektivitas antar moda transportasi.
Menurutnya, layanan yang nyaman, aman, tepat waktu, dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi.
Selain berdampak pada efisiensi energi, penguatan transportasi publik juga diyakini mampu membantu mengatasi persoalan kemacetan yang masih menjadi tantangan di berbagai kota besar. Berkurangnya jumlah kendaraan pribadi di jalan akan membuat arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurangi tingkat polusi udara.
“Ketika masyarakat beralih ke transportasi umum, dampaknya sangat luas. Kita bisa mengurangi konsumsi BBM, mengurangi kemacetan, menekan emisi kendaraan, dan meningkatkan kualitas lingkungan,” tegasnya.
Cahyo juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang mendorong penggunaan moda transportasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah penggunaan sepeda sebagai sarana mobilitas harian yang dinilai mampu mendukung budaya hidup sehat sekaligus menghemat energi.
Menurutnya, pembangunan transportasi masa depan tidak hanya berorientasi pada kemudahan mobilitas, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Karena itu, sinergi antara transportasi publik dan moda transportasi ramah lingkungan perlu terus diperkuat.
DPRD Jawa Timur berharap pemerintah daerah menjadikan pengembangan transportasi publik sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat. Dukungan sarana yang memadai, jaringan yang luas, serta kualitas layanan yang semakin baik diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum.
Dengan penguatan transportasi publik yang berkelanjutan, DPRD Jatim optimistis target efisiensi energi dapat tercapai. Di sisi lain, mobilitas masyarakat juga akan semakin meningkat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, produktivitas daerah, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih modern, nyaman, dan berkelanjutan. (*)








Tinggalkan Balasan