Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Arus informasi yang semakin deras di era digital membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi, teknologi memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penipuan digital terus menjadi ancaman yang dapat menyesatkan masyarakat, terutama generasi muda.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat literasi digital melalui program CERDIG (Cerdas Digital). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Dasar Klinik Hoaks secara daring pada Jumat (12/6/2026), yang diikuti oleh 110 pelajar dari berbagai Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan ruang digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jawa Timur, Putut Darmawan, yang membacakan sambutan Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa kecakapan digital kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.

Baca Juga:  Kelompok Tani Sememi Jaya Kreatif Kembali Dipercaya dalam Program Sinergitas Pekarangan Pangan Lestari 2024

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga diiringi meningkatnya penyebaran berita palsu, manipulasi informasi, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin kompleks.

“Melalui pelatihan ini, kami mendorong pelajar untuk lebih cakap digital, mampu mengenali hoaks, serta melakukan cek fakta sederhana sebelum menyebarkan informasi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang kritis dan bertanggung jawab,” ujar Putut.

Ia menambahkan, pelajar saat ini tidak cukup hanya menjadi pengguna media digital. Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang benar, memahami sumber informasi yang kredibel, serta mampu menghindari berbagai bentuk manipulasi informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.

Baca Juga:  Rumah Warga di Dusun Kalangan Kabupaten Semarang Dilalap Si jago Merah, Diduga Dipicu Puntung Rokok

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan literasi digital. Materi yang diberikan meliputi pengenalan hoaks dan disinformasi, teknik dasar verifikasi informasi, cara mengenali sumber informasi terpercaya, hingga langkah-langkah praktis untuk melakukan pengecekan fakta secara mandiri.

Para peserta juga diajak memahami bagaimana pola penyebaran hoaks bekerja di ruang digital serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila informasi yang belum terverifikasi disebarluaskan tanpa pengecekan terlebih dahulu.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis, Diskominfo Jatim turut menanamkan pemahaman mengenai pentingnya etika dalam bermedia digital. Pelajar diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, mengedepankan tanggung jawab saat berinteraksi di media sosial, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di ruang digital.

Diskominfo Jatim juga mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para pelajar diharapkan mampu mengedukasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap hoaks serta lebih bijaksana dalam mengonsumsi informasi.

Baca Juga:  Es Krim Rasa Alkohol: Ancaman di Balik Rasa Manis: Lilik Hendarwati Desak Penertiban Produk Beralkohol di Surabaya

Program CERDIG sendiri menjadi salah satu strategi berkelanjutan Diskominfo Jatim dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai tantangan digital. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya membangun budaya digital yang sehat, aman, dan produktif, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi pengguna internet terbesar saat ini.

Diskominfo Jatim optimistis bahwa penguatan literasi digital yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang semakin sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi positif dalam pembangunan daerah di tengah era transformasi digital yang semakin pesat. (*)