Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif dinilai tidak lepas dari kuatnya kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, media, hingga masyarakat disebut memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, saat mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam ajang TOP 100 BUMD, Education, Leader, BPR Excellence Awards 2026 yang digelar di Surabaya.

Dalam forum yang dihadiri berbagai pemimpin daerah, pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan lembaga keuangan tersebut, Sherlita menekankan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan pembangunan memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh elemen yang terlibat.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Ketika seluruh pihak bekerja sama, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi dengan lebih efektif,” ujar Sherlita.

Baca Juga:  Diduga Menyalahgunakan Narkoba Jenis Shabu-shabu, Dua (2) Warga Salatiga Diamankan Petugas Satuan Resnarkoba Polres Salatiga

Menurutnya, kolaborasi yang selama ini terbangun telah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perkembangan ekonomi Jawa Timur. Berbagai sektor usaha mampu berkembang dan bertahan menghadapi dinamika ekonomi karena adanya dukungan yang saling melengkapi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Sherlita menjelaskan, dunia usaha memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan investasi di daerah. Sementara itu, lembaga pendidikan berperan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Di sisi lain, pemerintah hadir sebagai fasilitator yang memastikan terciptanya kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Adapun media memiliki fungsi strategis dalam menyebarluaskan informasi yang akurat sekaligus membangun optimisme publik terhadap berbagai program pembangunan.

Baca Juga:  Ekspor ke AS Dipermudah, DPRD Jatim Ingatkan UMKM: Jangan Menang di Luar, Tumbang di Rumah Sendiri!

“Ketika seluruh sektor menjalankan perannya dengan baik dan saling mendukung, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Sherlita mengingatkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi melalui berbagai inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Dalam kesempatan yang sama, Sherlita turut memberikan apresiasi kepada penyelenggara TOP 100 Excellence Awards 2026 yang telah memberikan penghargaan kepada berbagai institusi, BUMD, lembaga pendidikan, perbankan, serta para pemimpin yang dinilai berprestasi dan berkontribusi terhadap pembangunan.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi berbagai pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Polres Kediri Gelar Ngabuburit Bersama Pelajar, Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong lahirnya semangat baru untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis sinergi yang selama ini terjalin akan semakin kuat di masa mendatang. Dengan dukungan seluruh elemen, Jawa Timur diyakini mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat pun diyakini akan menjadi modal utama bagi Jawa Timur dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menangkap peluang pembangunan yang semakin terbuka di masa depan. (*)