Penutup Kayu Lapuk Jadi Petaka, Seorang Anak Terperosok di Sumur Tua di Karangtengah Tuntang

Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Peristiwa menegangkan terjadi di wilayah Beran, RT 04 RW 05, Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/10/2026). Seorang anak bernama Akleema terperosok ke dalam sumur tua yang sudah tidak digunakan. Insiden tersebut memicu kepanikan warga hingga petugas pemadam kebakaran (Damkar) diterjunkan untuk melakukan evakuasi.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur dan dibawa ke rumah sakit di Salatiga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika dua anak bermain di sekitar sumur tua milik Nuzul Kurniawan.
Sumur tersebut diketahui sudah tidak digunakan dan dalam kondisi kosong. Namun, bagian atasnya hanya ditutup menggunakan kayu yang kondisinya telah lapuk.
Situasi yang semula menjadi tempat bermain itu mendadak berubah menjadi insiden berbahaya ketika penutup kayu tersebut tidak mampu menahan beban hingga Akleema terperosok ke dalam sumur.
“Sumur dalam kondisi kosong dan ditutup menggunakan kayu. Namun, karena kayu penutupnya lapuk, satu anak bernama Akleema terperosok ke dalam sumur,” kata Ponco kepada SuaraGlobal.com, Sabtu (17/10/2026).
Kirana Beri Tahu Warga, Zuhri Turun Membantu
Mengetahui Akleema terperosok ke dalam sumur, anak lainnya yang bernama Kirana segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Informasi itu kemudian mengundang perhatian warga yang berupaya memberikan pertolongan. Seorang warga bernama Zuhri bahkan turun ke dalam sumur untuk membantu korban.
Di tengah upaya penyelamatan tersebut, warga menghubungi Markas Komando (Mako) Damkar Kota Salatiga melalui aplikasi WhatsApp guna meminta bantuan evakuasi.
Laporan tersebut menjadi langkah penting untuk mendatangkan petugas dengan peralatan yang diperlukan dalam mengangkat korban dari dalam sumur.
Damkar Kerahkan Tripod untuk Evakuasi
Ponco menjelaskan, laporan permintaan bantuan yang diterima Damkar Kota Salatiga selanjutnya diteruskan kepada Damkar Kabupaten Semarang melalui Posko Bringin.
Petugas kemudian menyiapkan peralatan berupa tripod untuk mendukung proses pengangkatan korban dari dasar sumur. Peralatan tersebut digunakan dalam upaya evakuasi agar korban dapat dikeluarkan dari sumur dengan bantuan petugas.
Anggota Piket Regu 3 Damkar Kota Salatiga mulai melakukan penanganan pada pukul 11.01 WIB. Proses evakuasi berlangsung hingga akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 12.34 WIB.
Dengan demikian, penanganan di lokasi berlangsung sekitar satu jam 33 menit.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan satu kendaraan operasional Damkar dengan nomor polisi H 8015 XB.
Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam sumur, Akleema selanjutnya dibawa ke rumah sakit di Salatiga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Informasi mengenai kondisi terkini korban belum disampaikan dalam keterangan tersebut.
Sumur Tua Perlu Mendapat Perhatian
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sumur tua yang sudah tidak digunakan tetap menyimpan potensi bahaya, terlebih apabila berada di lingkungan yang dapat dijangkau anak-anak.
Penutup sumur yang terbuat dari kayu lapuk berisiko patah atau ambruk ketika mendapat tekanan. Karena itu, sumur yang tidak lagi difungsikan perlu diamankan dengan penutup yang kuat dan layak, serta diberi pembatas agar tidak mudah didekati.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas Damkar melakukan pencatatan laporan, evakuasi korban dari dalam sumur, serta dokumentasi kegiatan.
Ponco menyebut permintaan bantuan diterima melalui nomor WhatsApp Mako Damkar Kota Salatiga, yakni 08883322106.
Kesigapan Kirana yang segera memberi tahu warga dan upaya pertolongan dari Zuhri menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan insiden tersebut, sebelum petugas Damkar melakukan proses evakuasi.
Peristiwa di Desa Karangtengah ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mengabaikan keberadaan sumur tua atau lubang berbahaya di sekitar permukiman. Pengamanan yang memadai sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)












Tinggalkan Balasan