Ungaran,beritaglobal.net – Menjamurnya media cetak dan online di tanah air turut membuka peluang siapa saja menjadi wartawan. Malah di salah satu desa di Kecamatan Bawen,  Kabupaten Semarang, seorang kepala desa (kades)  memiliki kartu pers/wartawan. Ia adalah LL  salah satu kades di Kecamatan Bawen.

Baca Juga:  Cemburu Jadi Bara! Pelajar SMK di Kabupaten Kebumen Jadi Tersangka Penganiayaan Teman

Seperti yang beredar di beberap group whatssAp , LL tampak memampang kartu pers.
“Menjadi tanda tanya banyak pihak, mengapa LL yang seorang kades yang kapasitasnya memimpin di Desanya kok malah menjadi wartawan,” ungkap Shodiq seorang aktifis LSM ICI Jawa Tengah , kepada beritaglobal.net, Jumat, (25/05/2018).

Baca Juga:  Breaking News : Adu Mulut Dari Peminjaman Motor, Seorang Pemuda Tewas Kena Tusuk dan Pukulan di Kepala

Kata Shodiq  ini, patut dicurigai berbagai program yang sedang berjalan, termasuk ADD (Anggaran Dana Desa) dan DD (Dana Desa) yang dilaksanakan hendaknya diaudit oleh pihak terkait, karena dikhawatirkan KTA yang dimiliki bersangkutan hanya dijadikan sebagai tameng.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM Rumah Sakit, RSUD dr. Iskak Gelar Pelatihan Hybrid Berbasis Learning Management System untuk Semua Staf

Karena yang bersangkutan kapasitasnya adalah seorang kades bukan melakukan peliputan berita/kegiatan jurnalistik sebagaimana layaknya seorang wartawan.(Agus S)