Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) menggelar audiensi dengan Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M. pada Senin (8/9/2025) sore. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus sinergi antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Dalam audiensi tersebut, Kapolres Nganjuk memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang memilih jalur dialog dalam menyampaikan pandangan serta aspirasi. Ia menilai, langkah ini mencerminkan sikap dewasa dalam berdemokrasi dan menjadi kontribusi nyata bagi terciptanya keamanan serta ketertiban di masyarakat.

Baca Juga:  Turunan Maut Exit Tol Bawen Kembali Makan Korban! Seruduk 9 Kendaraan, 6 Korban Jalani Rawat Inap

“Pintu Polres selalu terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin berdiskusi. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menjaga Nganjuk tetap kondusif,” ujar Kapolres.

Presiden Mahasiswa BEM UPDN Dio Megantara bersama jajaran pengurus turut menyampaikan pandangan terkait sejumlah dinamika sosial yang tengah berkembang di masyarakat. Suasana audiensi berlangsung santai, penuh keterbukaan, dan diwarnai semangat kebersamaan antara mahasiswa dan kepolisian.

Baca Juga:  Muh Haris Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Strategis untuk Lindungi Ekosistem Laut

BEM UPDN menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi generasi muda dengan aparat negara. Bagi mereka, dialog terbuka menjadi wadah strategis untuk menyamakan visi dalam menjaga stabilitas daerah serta mendorong tumbuhnya iklim demokrasi yang sehat.

Baca Juga:  Modus Rapi! Pegawai Showroom Kacunk Motor di Tulungagung Gasak 8 Unit Mobil, Akhirnya Pelaku Tidur di Hotel Prodeo

Pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan di berbagai bidang, mulai dari diskusi kebijakan publik, penguatan literasi hukum, hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Dengan hubungan harmonis antara mahasiswa dan aparat kepolisian, Nganjuk diyakini dapat tetap aman, kondusif, sekaligus produktif dalam mengembangkan potensi daerah. (*)