Bersatu Lawan Banjir: Gotong Royong Bersihkan Kali Ulo di Magetan

Laporan: Ninis Indrawati

MAGETAN | SUARAGLOBAL.COM – Pascabanjir yang melanda Kecamatan Kartoharjo, Magetan, berbagai elemen masyarakat, bersama aparat TNI, Polri, dan BPBD, bahu-membahu membersihkan aliran Sungai Kali Ulo di Desa Jajar. Aksi gotong royong ini bertujuan untuk mencegah banjir susulan akibat penyumbatan aliran sungai oleh sampah dan material yang terbawa arus.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/01/25) ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto, S.H., dengan melibatkan tim gabungan yang bekerja keras mengangkat sampah serta material yang menumpuk di bawah jembatan dan sepanjang aliran sungai. Menurut AKP Eko, penyumbatan sungai menjadi penyebab utama genangan air yang mengakibatkan banjir beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga:  Modus Baru: Sabu 21 Kg Dikemas dalam Tupperware, Polda Jatim Bongkar Jaringan Internasional, Dua Kurir Berhasil Diamankan 

“Aliran sungai yang tersumbat menyebabkan air meluap hingga merendam permukiman dan sawah warga. Maka, pembersihan ini sangat penting untuk memperlancar aliran air agar tidak terjadi banjir susulan,” ungkap AKP Eko Supriyanto.

Banjir yang terjadi pada Senin malam hingga Selasa (28/1) dipicu oleh hujan deras selama lebih dari tiga jam. Dampaknya, beberapa wilayah seperti Desa Pencol dan Desa Jajar tergenang air dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter. Meskipun tidak ada korban jiwa, banjir ini sempat menghambat aktivitas warga dan merendam lahan pertanian.

Baca Juga:  Satlantas Polres Sampang Sinergi Kebaikan: Rehabilitasi Masjid dan Edukasi Lalu Lintas dalam Operasi Zebra Semeru 2024

Kasihumas Polres Magetan, Iptu Agus Rianto, S.H., menyatakan bahwa debit air di wilayah terdampak kini sudah mulai surut. Namun, langkah pencegahan tetap dilakukan guna mengantisipasi potensi hujan deras yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Pembersihan ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar aliran air, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Jangan sampai sampah kembali menyumbat sungai dan menyebabkan bencana,” ujar Iptu Agus Rianto.

Baca Juga:  28 Pengurus Yayasan Jallu Nusantara Indonesia Resmi Dilantik, Siap Jadi Motor Pemberdayaan Hukum dan Keadilan Sosial 

Selain aksi pembersihan, pihak kepolisian dan BPBD juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika ada indikasi bencana seperti banjir atau longsor, warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat.

Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Polres Magetan juga terus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, guna mencegah penyumbatan aliran air.

Baca Juga:  Oknum Staff Kejaksaan Diduga Nikahi Siri Siswi SLTA, Ini Jawaban Pelakunya

“Semua pihak memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Dengan menjaga kebersihan sungai, kita dapat meminimalisir risiko bencana dan memastikan aliran air tetap lancar,” pungkas Iptu Agus Rianto.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang efektif agar banjir serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!