“Besut Jajah Deso Milangkori”, Misi Meimura Hidupkan Seni Tradisi dari Surabaya

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Semangat menghidupkan kembali denyut seni tradisi rakyat kembali digaungkan! Seniman ludruk kondang, Meimura alias Meijono, resmi memulai tur pertunjukan ludruk Besutan keliling Jawa Timur dengan titik awal di Kota Surabaya.

Mengusung tajuk unik “Besut Jajah Deso Milangkori”, Meimura tak sekadar tampil di atas panggung. Ia membawa misi besar: menghidupkan kembali ludruk sebagai seni rakyat yang dekat, membumi, dan relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Pementasan perdana digelar di Balai RW VIII Gunung Anyar Emas pada Sabtu malam, 4 April 2026. Suasana hangat langsung terasa saat Meimura membuka pentas dengan monolog khas tokoh Besut—figur jenaka sekaligus kritis yang menjadi ciri kuat dalam pertunjukan ludruk Besutan.

Tak berhenti di situ, pertunjukan berkembang dinamis. Meimura berkolaborasi spontan dengan seniman lokal, menciptakan interaksi hidup yang segar dan tak terduga. Bahkan, penonton pun diajak terlibat langsung, menjadikan panggung sebagai ruang bersama, bukan sekadar tontonan.

Baca Juga:  Gagal Kabur, Pencuri Motor Ditangkap Usai Tabrak Tiang Listrik di Surabaya

“Setiap daerah punya cerita dan dinamika sendiri. Saya ingin Besutan hadir sebagai ruang bersama untuk bercerita dan berefleksi,” ungkap Meimura dengan penuh semangat.

Dalam tur ini, Meimura mengusung konsep ludruk garingan format pertunjukan yang ringan, fleksibel, dan partisipatif. Tidak ada batas kaku antara pemain dan penonton. Semua bisa terlibat, semua punya suara.

Setiap kota yang disinggahi pun akan menghadirkan warna berbeda. Meimura secara aktif menggandeng komunitas seni dan budayawan lokal untuk ikut tampil, menjadikan setiap pertunjukan unik dan kontekstual.

Tak hanya pentas, ruang dialog juga dibuka. Di Surabaya, diskusi budaya menghadirkan tokoh-tokoh seperti Imam Ghozali dari Jombang dan Henri Nurcahyo dari Sidoarjo, dengan moderator Ribut Wijoto. Tema yang diangkat pun serius: bagaimana seni tradisi mampu merespons perubahan sosial yang kian cepat.

Baca Juga:  Forkopimda Malang Sidak Pasar Jelang Ramadan: Pantau Harga Sembako, Waspadai Penimbunan

Setelah Surabaya, perjalanan Meimura berlanjut ke Sidoarjo pada 10 April 2026 di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Tak berhenti di sana, sederet kota telah masuk dalam peta perjalanan: Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Blitar, hingga Jember.

Tur ini menjadi bukti bahwa ludruk tak mati ia hanya butuh ruang untuk kembali hidup di tengah masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari skema Pemanfaatan Ruang Publik Dana Indonesiana yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan. Menariknya, Meimura mengajukan program ini secara mandiri sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian budaya lokal.

Selama ini, Meimura dikenal konsisten menghidupkan tokoh Besut dan Rusmini dalam berbagai pentas tunggal. Ia mengembangkan kesenian Besutan yang berakar dari Lerok, seni pertunjukan keliling yang sederhana namun sarat makna dan sangat dekat dengan kehidupan rakyat.

Baca Juga:  Polres Tuban Rayakan Maulid Nabi dengan Doa Bersama dan Aksi Sosial, Santuni Anak Yatim hingga Disabilitas

Dalam setiap pertunjukan, Meimura tak hanya menghibur. Ia menyelipkan kritik sosial yang ringan namun mengena, membahas realitas sehari-hari dengan cara yang komunikatif dan menggelitik.

Improvisasi menjadi kunci. Penonton bukan sekadar penikmat, tapi bagian dari cerita itu sendiri.

Melalui tur ini, Meimura berharap ludruk Besutan semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda. Lebih dari itu, ia ingin menjadikan ludruk sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus ruang kebersamaan di tengah arus modernisasi.

Satu hal yang pasti: dari panggung sederhana di kampung-kampung, suara rakyat kembali menggema lewat tawa, kritik, dan cerita bersama Meimura dan ludruk Besutannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!