Bupati Sidoarjo Sampaikan Belasungkawa Yang Mendalam atas Gugurnya Dua Praja IPDN Saat Tugas 

Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sidoarjo setelah dua praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal daerah tersebut meninggal dunia saat menjalankan tugas pada Kamis sore, 15 Januari. Kedua praja muda itu adalah Adinata Ali Putra Rizqullah dan Adzra Sybil Alvina, yang tengah menempuh pendidikan di IPDN Jatinangor Angkatan XXXIII.

Kedua almarhum merupakan putra-putri daerah Sidoarjo yang sedang melaksanakan tugas akhir praja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Keduanya menjadi korban kecelakaan yang merenggut nyawa mereka saat proses pengabdian tersebut berlangsung.

Baca Juga:  Solidaritas Anak Masjid: TPQ Solaama Bagikan 140 Paket Kurban ke Pelosok Desa

Adinata Ali Putra Rizqullah diketahui berasal dari Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, sementara Adzra Sybil Alvina merupakan warga Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo.

Kabar kepergian dua praja berbakat itu mengguncang keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah. Suasana pilu tampak terasa saat Bupati Sidoarjo H. Subandi, bersama sang istri Hj. Sriatun, mendatangi rumah duka almarhumah Adzra pada Jumat, 16 Januari, untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga.

Kedatangan Bupati tak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga simbol empati pemerintah daerah atas kehilangan dua generasi yang tengah dipersiapkan untuk menjadi aparatur negara. Ayah almarhumah Adzra, Anwar, yang menjabat sebagai Camat Wonoayu, tampak berupaya tegar di tengah suasana penuh haru tersebut.

Baca Juga:  Millenial Tourism Corner, Tourism 4.0 Tidak Lepas Dari Kaum Millenial dan Digital

Dalam kunjungannya, Bupati Subandi menyampaikan doa serta dukungan moral kepada keluarga agar diberi ketabahan dan keikhlasan. Ia menyatakan bahwa wafatnya Adinata dan Adzra bukan hanya menjadi duka keluarga, namun juga duka Kabupaten Sidoarjo.

“Adinata dan Adzra adalah generasi muda terbaik yang dipersiapkan menjadi aparatur dan pemimpin masa depan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut berduka dan merasakan kehilangan besar atas kepergian keduanya,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor di Surabaya Dilumpuhkan Jatanras Saat Beraksi di Karang Gayam

Ia menambahkan bahwa dedikasi, disiplin, serta semangat pengabdian yang telah ditunjukkan keduanya selama menjalani pendidikan patut diteladani oleh para praja lainnya.

Meski perjalanan keduanya harus terhenti di tengah tugas, pemerintah berharap nilai pengabdian kepada negara yang telah mereka tanam dapat diteruskan oleh praja dan generasi penerus berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendoakan agar kedua almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keteguhan iman dalam menghadapi kehilangan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!