Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Ratusan pelajar sekolah dasar di Kota Surabaya mendapat kesempatan istimewa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik dan membuat konten digital melalui program Digital Creative Talent (DCT) yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Senin (8/12/2025). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah kota dalam memperkuat literasi digital sejak dini sekaligus membentuk karakter pelajar yang percaya diri, kreatif, dan bertanggung jawab di dunia maya.

Sebanyak 150 siswa dan guru pendamping dari 50 SD negeri dan swasta mengikuti pembinaan tersebut. Mereka dibekali pemahaman mulai dari teknik dasar public speaking, personal branding, hingga cara membuat konten edukatif yang aman dan bermanfaat untuk dipublikasikan di media sosial.

Baca Juga:  Pesta Sabu di Tengah Malam, Tiga Pegawai RSUD di Bangkalan Kini Meringkuk di Hotel Prodeo

Belajar Konsep Konten hingga Praktik Membuat Video

Salah satu instruktur kegiatan, Abid, menjelaskan bahwa pembinaan tidak hanya diberikan dalam bentuk teori saja. Para peserta justru didorong untuk melakukan praktik langsung agar dapat memahami keseluruhan proses produksi konten digital secara nyata.

“Murid-murid kami beri waktu sekitar 30 menit untuk mencari konsep sendiri. Setelah itu, bersama guru pendamping, mereka membuat konten video berdurasi 1–2 menit,” jelasnya.

Selama kegiatan, para pelajar tampak antusias melakukan pengambilan gambar di sekitar kantor Disdik Surabaya. Mereka belajar memilih kalimat efektif, mengatur gaya bicara, serta membangun keberanian tampil di depan kamera. Suasana penuh semangat terlihat saat anak-anak bereksplorasi dengan ide kreatif masing-masing untuk menghasilkan video edukatif.

Baca Juga:  "Believe" Bangkitkan Semangat Juang: Pangdam IV/Diponegoro Ajak Prajurit dan Keluarga Nobar Film Inspiratif

Komitmen Disdik Surabaya Bangun Kebiasaan Digital Sehat

Kepala Disdik Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa pembinaan tersebut merupakan upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam memastikan pelajar tetap aman saat berselancar di dunia digital yang terus berkembang.

Menurut Yusuf, penguatan pendidikan digital tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran serta orang tua memegang kunci penting dalam membentuk kebiasaan digital sehat bagi anak-anak.

“Orang tua harus tahu jam pulang anak, membagi tugas pengawasan dengan sekolah, dan mengatur pemakaian gawai di rumah. Saat ini sudah banyak game positif dan e-book edukatif yang dapat diarahkan kepada anak,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara sekolah dan keluarga, Yusuf yakin pembinaan ini akan lebih optimal dalam membentuk pelajar yang melek digital sekaligus bijak dalam menggunakan teknologi.

Baca Juga:  Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026 di Sine Diperketat, Pemerintah Gandeng Petani Kawal Distribusi hingga Kios

Mendorong Pelajar Menjadi Kreatif, Berani, dan Bertanggung Jawab

Melalui program Digital Creative Talent, Disdik Surabaya berharap muncul lebih banyak pelajar yang berani menunjukkan kemampuan, mampu memilah informasi, serta bertanggung jawab atas konten yang mereka konsumsi dan bagikan di media sosial.

Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter anak agar siap menghadapi tantangan era digital, mulai dari etika bermedia sosial hingga keberanian menyampaikan pesan positif.

Pembinaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah kota untuk terus menyiapkan generasi muda Surabaya agar tumbuh sebagai pengguna media sosial yang bijak, produktif, kreatif, dan inspiratif. (*)