CNG Bocor di PT Makro Prima Picu Kebakaran dan Ledakan, 6 Pekerja Terluka Dilarikan Ke Rumah Sakit

Laporan: Wahyu Widodo

UNGARAN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana malam di kawasan industri Dusun Bodean Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang mendadak mencekam! Suara ledakan bertubi-tubi memecah keheningan saat kebakaran hebat melanda pabrik PT Makro Prima Pangan Utama, Rabu (1/4/2026) malam.

Api yang berkobar disertai dentuman keras membuat warga sekitar panik. Beberapa saksi bahkan mengaku melihat percikan api membesar hanya dalam hitungan detik sebelum akhirnya terjadi ledakan.

Komandan Regu B Damkar Ungaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Mujiyanto, mengungkapkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api dan melakukan proses pendinginan serta penyisiran area.

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Jateng Teguhkan Nasionalisme di Upacara HUT ke-80 RI di Jantung Kota Semarang

“Petugas sudah melakukan pendinginan dan penyisiran. Ada enam pekerja yang mengalami luka-luka dalam kejadian ini,” ungkap Mujiyanto.

Dari hasil keterangan saksi di lokasi, insiden bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat sebuah truk bernomor polisi S 9303 UH milik vendor PT Bahtera Abadi Gas datang untuk melakukan pengisian atau penggantian tabung gas kosong di area penyimpanan gas berukuran 40 feet + 40 feet.

Awalnya proses berjalan normal. Sopir truk turun dan mulai melepas selang, dibantu oleh operator dari pihak vendor. Namun, situasi berubah drastis saat selang gas mengalami masalah.

Baca Juga:  Jelang HUT RI ke-80, Polres Tanjung Perak Salurkan 21 Ton Beras Murah Lewat GPM

“Selang kabel gas tersangkut dan putus. Saat dipaksa ditarik, terjadi kebocoran gas,” jelas Mujiyanto.

Kebocoran inilah yang menjadi pemicu petaka. Dalam sekejap, percikan api muncul dan langsung menyambar gas yang bocor, memicu ledakan keras yang mengagetkan semua orang di lokasi.

Ledakan tersebut menyebabkan operator dan sopir truk mengalami luka, disusul beberapa pekerja lain yang berada di sekitar lokasi. Total ada enam korban dalam insiden ini.

Mereka adalah:

Hanif Gilang (Lemahireng, Bawen), Samsul (Jombang), Muh. Irzas (Bawen), Aldi (Blora), Effendi (Bawen), Saeful (Lampung Utara).

Seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS Ken Saras untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga:  TMMD Ke-127 Resmi Dibuka, TNI-Polri dan Pemda Bersinergi Bangun Desa di Semarang-Salatiga

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Sejumlah personel dari Regu B Pos Bergas dan Regu B Pos Ungaran diterjunkan ke lokasi, dibantu oleh BPBD Kabupaten Semarang, TNI, Polri, serta tim internal perusahaan.

Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah upaya keras petugas yang berjibaku melawan kobaran api dan potensi ledakan susulan.

Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun dugaan sementara mengarah pada kelalaian teknis saat proses penggantian tabung gas.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan kerja, terutama dalam penanganan bahan berbahaya seperti gas industri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!