Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari berturut-turut, mulai 13 hingga 17 Agustus 2025. Sebanyak 21 ton beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disediakan untuk masyarakat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Acara puncak berlangsung pada Kamis (14/8/2025) di halaman Masjid Ar-Rahmah, Jalan Stasiun Kota, Pabean Cantikan. Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri langsung Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat.

Baca Juga:  Satlinmas Bergas Kidul Tebar Berkah Ramadhan: Bagikan 250 Paket Sayuran Gratis di Tengah Hujan Deras

Sejak pagi, ratusan warga dari Bongkaran dan wilayah sekitarnya telah mengantre demi mendapatkan beras dengan harga terjangkau, yakni Rp60.000 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.000 per kilogram. Antusiasme warga begitu tinggi, terbukti pada hari pertama 400 karung beras yang disuplai dari Gudang Bulog Jawa Timur ludes terjual dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Licik Tapi Apes! Sabu Dibuang ke Septiktank, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Polisi 

Kapolres AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa GPM ini digelar serentak di lima lokasi polsek jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Kegiatan ini adalah wujud kerja sama Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga turun langsung memantau proses penjualan, menyapa warga, dan memastikan pelaksanaan berjalan tertib serta tepat sasaran. Program ini juga menjadi pelengkap inisiatif Bhajul Semar (Bhabinkamtibmas Jual Sembako Murah Aman Ramah) yang telah lebih dulu berjalan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga:  Kirab Malam 1 Suro: Magnet Budaya dari Keraton Surakarta yang Sarat Makna dan Spiritualitas

“Harapan kami, GPM ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas AKBP Wahyu Hidayat. (*)