Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali ditegaskan. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, memberikan dukungan penuh terhadap delapan aksi perubahan yang digagas peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklat PIM III) dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota, Selasa (23/6/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta Diklat PIM III untuk memaparkan berbagai inovasi yang dirancang sebagai solusi atas tantangan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Salatiga. Delapan aksi perubahan yang diajukan tidak hanya berfokus pada peningkatan efektivitas birokrasi, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, para peserta memohon dukungan pemerintah daerah agar inovasi yang telah dirancang dapat diwujudkan dan diimplementasikan secara nyata. Delapan program yang dipresentasikan mencerminkan semangat transformasi birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Adapun delapan aksi perubahan tersebut meliputi SAKTI (Sistem Analisis Pemberitaan Digital Terintegrasi) yang dirancang untuk memperkuat pemantauan dan analisis informasi publik secara digital. Kemudian Si Pekat, sebuah inovasi yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pada sektor tertentu melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Baca Juga:  Polres Jombang Berhasil Ungkap Jaringan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 3 Tersangka Diamankan

Selanjutnya terdapat Gerakan 1K-5RLH (Satu Kecamatan Lima Rumah Layak Huni) yang berorientasi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga.

Di bidang perencanaan pembangunan, hadir inovasi Diren Si Super (Digitalisasi Rencana dalam Upaya Optimalisasi Perencanaan Pembangunan) yang bertujuan mempercepat dan mempermudah proses penyusunan serta pengendalian program pembangunan melalui sistem digital.

Selain itu, terdapat pula Si Paduka 360, sebuah terobosan yang dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Kemudian Mapan Mas, yang diharapkan mampu menjadi instrumen pendukung dalam peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

Sementara di sektor kesehatan, peserta Diklat menghadirkan Terliga (Dokter Online Salatiga). Inovasi ini menjadi salah satu program yang menarik perhatian karena memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Dengan konsep layanan dokter secara daring, warga diharapkan dapat memperoleh konsultasi kesehatan secara lebih mudah dan cepat.

Baca Juga:  Piramida Pers: Racik Kopi, Rajut Sinergi – Polres Tanjung Perak Bangun Kemitraan Sejuk dengan Insan Media

Sedangkan untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan birokrasi, disiapkan program Proper API (Agen Penggerak Integritas). Program ini diharapkan mampu membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga.

Dalam arahannya, Wali Kota Salatiga menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan terus membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, sebuah inovasi tidak cukup hanya berhenti pada tahap perencanaan, melainkan harus dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Semoga apa yang diajukan sebagai inovasi di bidangnya masing-masing ini betul-betul applicable atau layak laksana, bisa dilaksanakan di lapangan sehingga memang kebermanfaatannya dirasakan dalam rangka perbaikan terhadap pelayanan publik itu sendiri,” ujar dr. Robby Hernawan.

Ia juga menekankan bahwa tantangan pembangunan dan pelayanan publik saat ini membutuhkan pendekatan yang kreatif, adaptif, dan berbasis solusi. Oleh karena itu, keberanian aparatur sipil negara untuk menghadirkan ide-ide baru perlu mendapatkan dukungan agar mampu berkembang menjadi kebijakan yang efektif.

Baca Juga:  Kolaborasi Mulia: Polres Kediri dan PWI Kediri Berbagi Berkah Ramadhan untuk Ratusan Tukang Becak

Dukungan Wali Kota terhadap delapan aksi perubahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong transformasi birokrasi yang modern dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi yang lahir dari para peserta Diklat PIM III, diharapkan pelayanan publik semakin cepat, transparan, efektif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, delapan aksi perubahan itu diharapkan tidak hanya menjadi proyek inovasi semata, tetapi juga mampu menjadi pemantik lahirnya budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga. Budaya kerja yang inovatif, responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil diyakini akan menjadi modal penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi warga Kota Salatiga. (*)