Demo Day 2025 Jadi Panggung Emas Inovasi Pelajar Jatim: Integrasi Double Track & Digital Skill Makin Mantap

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA – Gelora inovasi pelajar Jawa Timur kembali mengemuka dalam gelaran Demo Day Century Skill dan Digital Skill 2025. Ajang yang dihelat sebagai ruang unjuk karya para siswa SMA ini menegaskan semakin kokohnya Program SMA Double Track program unggulan Pemprov Jatim yang terus menghadirkan lompatan besar di sektor pendidikan menengah, (26/11/25).

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UNICEF Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Acara yang digelar pada Rabu pagi itu menampilkan atmosfer kompetisi positif, dengan pelajar dari berbagai SMA memamerkan inovasi digital, aplikasi, hingga proyek Internet of Things (IoT) yang langsung menyorot kebutuhan nyata di masyarakat.

Sinergi Pemerintah–UNICEF–ITS Wujudkan Pendidikan Adaptif

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membuka acara dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Baca Juga:  DPD HMP Surabaya Tagih Janji DPRD Gresik Soal Pagar SDN 112 Metatu

“Sinergi Pemprov Jatim, UNICEF, dan ITS telah memperkaya ekosistem pendidikan kita. Para siswa bukan hanya belajar teknologi, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah,” ujar Aries dalam sambutannya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyediaan modul pembelajaran digital, pelatihan mentor, peningkatan kapasitas guru, hingga pendampingan intensif bagi ribuan pelajar penerima manfaat di seluruh Jawa Timur. Kolaborasi ini memperkuat posisi Jatim sebagai provinsi dengan ekosistem pendidikan terdepan di Indonesia.

Integrasi Digital Skill Perkuat Fondasi Program Double Track

Salah satu sorotan utama acara adalah penguatan Program SMA Double Track melalui integrasi kurikulum Digital Skill dari UNICEF. Melalui skema ini, siswa SMA Non-Vokasi kini memiliki kesempatan memperoleh keterampilan tambahan yang relevan untuk masa depan.

Integrasi tersebut memberi dua jalur masa depan bagi para pelajar:

1. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, atau

Baca Juga:  Hibah dari Pemkot Semarang, Lapas Semarang Kini Miliki Ambulans dan Pendopo

2. Siap bekerja serta berwirausaha berbekal kemampuan digital dan vokasional.

Keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, kreativitas, pemikiran kritis, kolaborasi, dan problem solving menjadi fondasi utama program ini.

“Double Track semakin kuat karena siswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga melek digital,” tambah Aries.

Tujuh Tim Terbaik Pamerkan Terobosan Menginspirasi

Acara Demo Day 2025 menampilkan tujuh tim terbaik hasil seleksi ketat dari puluhan sekolah peserta. Berbagai karya inovatif dipresentasikan, antara lain:

Aplikasi mobile untuk memecahkan masalah sosial masyarakat,

Sistem IoT yang mampu menawarkan solusi praktis di lingkungan sehari-hari,

Teknologi sederhana berbasis kebutuhan lokal, namun tetap berdampak nyata.

Para juri, mentor, hingga tamu undangan menyampaikan apresiasi atas kemampuan peserta dalam memadukan pengetahuan teknis, empati sosial, serta kecakapan berpikir tingkat tinggi.

“Inovasi yang ditampilkan siswa hari ini menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan era disrupsi,” tegas Aries.

Baca Juga:  Polres Boyolali dan BKKBN Gandeng Warga, Cegah Stunting dari Akar Masalah

Apresiasi untuk Pelajar Berprestasi

Sebagai bentuk penghargaan, Dinas Pendidikan Jatim memberikan apresiasi khusus kepada para tim yang menampilkan karya terbaik. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi pelajar SMA se-Jawa Timur agar terus bereksplorasi dan berinovasi.

“Kami ingin lebih banyak siswa Jatim berani bereksperimen dan terus berinovasi,” ujar Aries.

Komitmen Berkelanjutan Cetak SDM Unggul Masa Depan

Demo Day 2025 bukan sekadar ruang pamer karya, tetapi juga bukti komitmen jangka panjang Pemprov Jatim dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang relevan dengan tuntutan dunia kerja modern.

Dengan terus menguatnya Program Double Track, dukungan lembaga internasional seperti UNICEF, serta peran aktif kampus teknologi seperti ITS, Jawa Timur kembali menegaskan statusnya sebagai provinsi dengan ekosistem pendidikan paling progresif dan siap menghadapi era digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!