Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Salatiga di Jalan Diponegoro No. 1, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Senin (23/02). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga menggelar Tarawih Silaturahim (Tarhim) Ramadhan 1447 H/2026 M yang berlangsung khidmat dan sarat makna.

Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan Memperkokoh Spirit Ibadah, Ukhuah dan Toleransi Menuju Salatiga Mendunia” ini dihadiri langsung oleh Dandim 0714/Salatiga, Letnan Kolonel Kav Fajar Hapsari N., S.I.P., M.M., bersama Wali Kota Salatiga, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen undangan lainnya.

Baca Juga:  Patroli Dialogis di Terminal Salatiga, Satgas Preventif Operasi Aman Candi 2025 Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Momentum Tarhim ini bukan sekadar agenda rutin Ramadhan, tetapi menjadi panggung kebersamaan antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam memperkuat sinergitas demi menjaga kondusivitas Kota Salatiga.

Dalam sambutannya, Dandim 0714/Salatiga menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mempererat tali silaturahmi lintas sektor.

“Ramadhan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan toleransi antar sesama. Kebersamaan seperti ini penting untuk terus kita jaga demi mewujudkan Salatiga yang aman, damai dan semakin maju,” tegas Dandim.

Baca Juga:  Saksikan Gumbrekan Mahesa di Ngawi, Emil Dardak: Alternatif Tingkatkan Potensi Desa

Acara diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Canda ringan dan obrolan hangat antar pimpinan daerah tampak mencairkan suasana. Selepas itu, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh Ustaz Dinding Fathuding, S.Pd.I.

Hikmah Ramadhan semakin terasa saat tausiyah disampaikan oleh Ketua FKUB Salatiga, Drs. KH Noor Rofiq. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Salatiga yang dikenal sebagai kota plural dan harmonis.

Menurutnya, semangat Ramadhan harus mampu menjadi energi kolektif untuk memperkokoh kebersamaan, bukan hanya dalam lingkup ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Baca Juga:  Belajar Berbagi di Bulan Suci, Pelajar Kediri Nikmati Program Ramadan Pendidikan Berdampak

Kegiatan Tarhim Forkopimda ini menjadi simbol kuat bahwa soliditas antar unsur pimpinan daerah tetap terjaga. Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan, komunikasi yang harmonis menjadi kunci terciptanya stabilitas wilayah.

Dengan kebersamaan yang terus dipupuk, visi menjadikan Salatiga sebagai kota religius, harmonis, dan mendunia bukan sekadar slogan. Ramadhan pun menjadi ruang refleksi sekaligus penguat komitmen bersama demi masa depan Kota Salatiga yang semakin gemilang. (*)