Ditjenpas Jateng Perkuat Komitmen WBBM Lewat Pendampingan Desk Evaluasi ZI
Laporan: Wahyu Widodo
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Komitmen menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas praktik korupsi terus digelorakan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah. Kamis (30/4/26), Kanwil Ditjenpas Jateng menggelar kegiatan pendampingan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan strategis ini dilaksanakan secara virtual dan dipusatkan di Ruang Rapat Bagian Tata Usaha dan Umum. Sebanyak 17 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah turut ambil bagian, menunjukkan keseriusan dalam meraih predikat prestisius tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Ina Purnaningati Saputro, secara langsung membuka kegiatan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pencapaian WBBM bukan sekadar memenuhi aspek administratif semata, melainkan representasi nyata dari perubahan budaya kerja birokrasi.
“Predikat WBBM bukanlah sekadar gelar, tetapi manifestasi komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Ina dengan penuh penekanan.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak setengah hati dalam menghadapi Desk Evaluasi oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, ada tiga kunci utama yang harus menjadi perhatian serius.
Pertama, penguasaan data dan substansi secara menyeluruh. Kedua, inovasi yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Dan ketiga, soliditas tim yang menjadi fondasi keberhasilan.
“Evaluator tidak hanya melihat kelengkapan dokumen, tetapi juga dampak nyata dari inovasi yang kita hadirkan. Oleh karena itu, pastikan seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Suasana semakin dinamis saat Ketua Tim Perencanaan dan Reformasi Birokrasi, Syevira Ayu Nur Fathanah, memaparkan kesiapan teknis menghadapi desk evaluasi. Ia menggarisbawahi pentingnya pemahaman mendalam terhadap enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas.
Menurut Syevira, kemampuan menjelaskan keterkaitan antara data dukung dan implementasi di lapangan menjadi faktor penentu.
“Kunci keberhasilan dalam desk evaluasi adalah kemampuan tim dalam menjelaskan keterkaitan antara data dukung dengan implementasi di lapangan. Data dukung harus kuat, selaras, dan berbasis fakta,” ujarnya.
Tak hanya teori, kegiatan ini juga menghadirkan praktik nyata dari satuan kerja yang telah sukses. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan, yang telah meraih predikat WBBM, berbagi pengalaman inspiratif.
Melalui perwakilannya, Heri Ruhyanto selaku Ketua Tim Pembangunan ZI, ditegaskan bahwa perjalanan menuju WBBM bukan hal instan, melainkan proses panjang yang menuntut konsistensi.
“Perjalanan menuju WBBM membutuhkan konsistensi dan komitmen seluruh jajaran. Inovasi harus lahir dari kebutuhan nyata, bukan sekadar untuk memenuhi indikator penilaian,” ungkap Heri.
Diskusi interaktif pun menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Sejumlah UPT seperti Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Bapas Kelas I Semarang, hingga Bapas Kelas II Magelang aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan tantangan teknis yang dihadapi di lapangan.
Beragam persoalan dibedah secara konstruktif bersama narasumber dan jajaran Kanwil, menciptakan ruang belajar yang aplikatif dan solutif.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah berharap seluruh UPT yang tengah mengikuti Desk Evaluasi ZI semakin siap dan optimistis dalam meraih predikat WBBM.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, akuntabel, serta berorientasi penuh pada pelayanan publik yang prima. (*)




Tinggalkan Balasan