Dukung Asta Cita Presiden, Polisi dan Petani Surabaya Panen 1,6 Ton Jagung di Lahan Pemkot

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat akar rumput. Kali ini, jajaran Polsek Kenjeran dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan aksi nyata dengan menggelar panen raya jagung di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Panen raya yang digelar bersama kelompok tani (Poktan) Nandur Makmur itu menghasilkan produksi jagung yang cukup fantastis. Dari lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang merupakan milik Pemerintah Kota Surabaya, para petani berhasil memanen jagung jenis jawa atau pepel hingga mencapai 1.625 kilogram.

Menariknya, hasil melimpah tersebut berasal dari benih yang digunakan hanya satu kilogram saja. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa lahan perkotaan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan ternyata dapat disulap menjadi sumber pangan produktif.

Baca Juga:  Suran Agung Tanpa Benturan: Paguyuban Silat Ngawi Gaungkan Harmoni

Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kenjeran, Yuyus Andriastanto. Ia mengapresiasi kerja keras para petani yang telah berhasil mengoptimalkan lahan perkotaan menjadi area pertanian yang produktif.

Menurutnya, pemanfaatan lahan milik Pemkot Surabaya ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya pada sektor kemandirian pangan nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pangan di tingkat lokal tetap terjaga. Bahkan hasil panen ini tadi langsung habis dibeli masyarakat sekitar. Artinya, serapan pasar sangat tinggi,” ujar Kompol Yuyus saat memimpin kegiatan panen.

Keberhasilan panen ini juga menjadi angin segar bagi upaya optimalisasi lahan tidur di kawasan Surabaya Utara. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan sempit sekalipun dapat menghasilkan produksi pertanian yang menjanjikan.

Baca Juga:  Polres Sampang Laksanakan Operasi Patuh Semeru 2025: 8 Pelanggaran Lalin Jadi Sasaran Utama

Untuk menjaga kesinambungan produksi, Poktan Nandur Makmur menerapkan sistem tanam bergantian. Pola ini dilakukan agar pasokan jagung tetap tersedia secara berkelanjutan dan distribusinya lebih mudah dilakukan kepada masyarakat.

Dengan sistem tersebut, petani tidak perlu menunggu panen besar secara bersamaan. Sebaliknya, panen bisa dilakukan secara bertahap sehingga stok jagung di pasar tetap stabil.

Namun, dalam praktiknya para petani tetap menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah serangan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Polsek Kenjeran bersama penggerak ketahanan pangan terus menjalin koordinasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian setempat.

Pendampingan teknis dari para penyuluh dinilai sangat penting agar petani mampu mengendalikan hama secara tepat tanpa merusak kualitas tanaman maupun lingkungan.

Baca Juga:  Polres Tanjung Perak Gagalkan Tawuran Remaja: Lima Pelaku Diamankan, Celurit Disita

“Pendampingan dari PPL sangat membantu. Dengan cara penanganan yang tepat, tanaman tetap sehat dan produktivitas bisa terjaga,” imbuh Kompol Yuyus.

Keberhasilan panen ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar menjadi lahan pertanian produktif.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, program ketahanan pangan di perkotaan diyakini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!