Laporan: Bagas

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Rutan Kelas I Surabaya kini tengah mengembangkan program agrikultur sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memberdayakan warga binaan. Program ini diluncurkan untuk memanfaatkan lahan kosong di halaman depan rutan, yang sebelumnya tidak terpakai, untuk ditanami berbagai jenis tanaman pangan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menjelaskan bahwa program agrikultur ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar lembaga pemasyarakatan berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga:  76 Pelajar Dikukuhkan Jadi Duta Anti Korupsi 2025: Jatim Mantapkan Langkah Bangun Generasi Berintegritas

Kami ingin memastikan bahwa Rutan Kelas I Surabaya tidak hanya fokus pada pembinaan karakter warga binaan, tetapi juga pada pemberian keterampilan praktis yang dapat mereka manfaatkan di masa depan,\” ujarnya.

Program agrikultur ini berada pada tahap persiapan, dengan petugas sedang membuka lahan dan menyiapkan media tanam. Lahan yang luasnya cukup signifikan ini akan digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti sayuran, umbi-umbian, dan tanaman lain yang dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan internal rutan.

Baca Juga:  Ora Ono Mundure: Bukan Sekadar Mobil Tua, Zeusa Bangun Keluarga Baru Lewat Silaturahmi dan Aksi Sosial

Para warga binaan akan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian ini, di bawah bimbingan petugas yang berkompeten.
Menurut Tomi Elyus, selain memberikan keterampilan baru bagi warga binaan, hasil panen juga akan digunakan untuk mendukung ketahanan pangan internal rutan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan rutan pada pasokan pangan eksternal dan memastikan kebutuhan dasar warga binaan dapat terpenuhi dengan cara yang lebih mandiri.

Baca Juga:  Kapolres Malang Safari ke Ulama: Bangun Sinergi Kamtibmas dari Pesantren

Dengan program ini, kami tidak hanya menciptakan kesempatan belajar bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,\” tambahnya.

Program ini juga mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, baik dalam lingkungan pemerintah maupun organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  SIMAS JATENG Resmi Diluncurkan: Ditjenpas Jateng Percepat Transformasi Digital Administrasi Pemasyarakatan

Para warga binaan yang terlibat dalam program ini akan belajar keterampilan bertani yang dapat mereka terapkan setelah kembali ke masyarakat. Dengan pelatihan praktis ini, diharapkan mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di luar rutan.

Rutan Kelas I Surabaya berharap program agrikultur ini dapat menciptakan dampak positif bagi warga binaan dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Pattimura Mendunia dari Salatiga: Wali Kota Dorong Peringatan Jadi Agenda Wisata Tahunan

Melalui pemberdayaan warga binaan dengan keterampilan praktis, program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mempercepat proses reintegrasi sosial bagi para narapidana yang kembali ke masyarakat. (*)