Laporan: Tedy M

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana malam yang semula tenang di Dukuh Ngemplak, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran melanda garasi dan bengkel Bus Putra Baru Group, Jumat (12/6/2026) malam.

Kobaran api yang muncul sekitar pukul 20.30 WIB itu sempat membuat para karyawan dan warga sekitar panik. Beruntung, respons cepat karyawan, warga, petugas kepolisian, serta tim pemadam kebakaran berhasil mencegah api merambat lebih luas dan menyelamatkan armada bus yang berada di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian sejumlah karyawan tengah melakukan aktivitas pembersihan armada bus yang terparkir di area garasi. Di tengah aktivitas tersebut, salah seorang pekerja melihat kepulan asap dari sekitar bangunan garasi.

Tak berselang lama, asap berubah menjadi kobaran api yang muncul di bagian depan bangunan yang biasa digunakan sebagai lokasi perbaikan dan rekondisi armada bus. Material yang mudah terbakar di area tersebut membuat api dengan cepat membesar.

Baca Juga:  Membangun Harmoni di Balik Jeruji: Sarasehan ‘Sapa Ceria’ di Rutan Salatiga Perkuat Kebersamaan

Menyadari bahaya yang mengancam, para karyawan langsung bergerak cepat. Mereka berupaya mengevakuasi dan memindahkan armada bus yang berada di sekitar titik api agar tidak ikut terbakar.

“Karyawan langsung berusaha menyelamatkan bus-bus yang berada di sekitar lokasi. Warga sekitar juga ikut membantu proses evakuasi dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Laporan yang masuk segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Ngemplak. Petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali.

Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas damkar berjibaku memadamkan api yang terus membakar material di area garasi dan bengkel. Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.15 WIB.

Keberhasilan pemadaman tersebut membuat api tidak sempat merembet ke bangunan lain maupun ke armada bus yang berada di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Senam Berkebaya: Semangat Kartini Masa Kini dalam Perayaan Hari Ibu ke-96 di Salatiga

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan sejumlah material di area garasi mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya berupa limbah bekas bus, material fiber, ban bekas, potongan besi sasis bus, hingga meteran listrik garasi yang hangus terbakar.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

Menurutnya, setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh petugas,” jelas AKP Winarsih.

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Baca Juga:  Sukseskan Pemilu 2024, Karutan Salatiga Lakukan Konsolidasi Bersama Dinas Ducapil dan KPU Kota Salatiga

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya faktor teknis maupun faktor lain yang memicu munculnya api di area garasi tersebut.

Sementara itu, situasi di lokasi kini telah kembali aman dan kondusif. Aktivitas di sekitar garasi juga mulai berjalan normal setelah proses pendinginan dan pengamanan selesai dilakukan.

Polres Boyolali mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang memiliki bengkel, garasi, maupun tempat penyimpanan material mudah terbakar, agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja. Pemeriksaan instalasi listrik, pembersihan area kerja, serta memastikan tidak ada sumber api yang masih menyala setelah aktivitas selesai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus selalu ditingkatkan, terutama di lokasi yang menyimpan banyak material mudah terbakar dan memiliki aktivitas perbengkelan setiap harinya. (*)