Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Upaya menanamkan nilai toleransi sejak dini terus diperkuat Pemerintah Kota Salatiga. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), digelar Seminar Kerukunan Antar Umat Beragama pada Rabu (27/8/25) di Ruang Kaloka Lantai 4, Gedung Setda Kota Salatiga. Kegiatan ini diikuti perwakilan siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Salatiga, serta dihadiri Wakil Wali Kota, Kepala Bakesbangpol, dan jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menegaskan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Ia mengingatkan bahwa sikap toleransi bukan sekadar wacana, melainkan harus benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Sidak Berujung Tes Urin: Kapolres Nganjuk Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba di Internal Polsek

“Mungkin bagi adik-adik, seminar serius seperti ini terasa membosankan. Namun, hal ini sangat penting karena kalian adalah generasi penerus, calon pemimpin di masa depan. Budaya toleransi yang sudah lama terjaga di Kota Salatiga harus terus kalian rawat dan lanjutkan,” tegas Nina.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap para pelajar Salatiga yang selama ini dinilai mampu menjaga kondusivitas. Menurutnya, hingga kini belum pernah ada konflik pelajar yang meluas di Kota Salatiga. Kalaupun muncul kasus kecil seperti tawuran, Nina meyakini hal tersebut tidak mencerminkan karakter asli pemuda-pemudi Salatiga yang menjunjung tinggi kerukunan.

Baca Juga:  Jumat Berkah di Pace: Polisi Sapa Warga Lewat Sajian Nasi Bungkus di Depan Mapolsek

Dalam kesempatan itu, Nina juga mengajak para pelajar untuk aktif menjadi agen toleransi. “Saya berpesan, mari bersama-sama menumbuhkan dan meningkatkan sikap toleransi, mulai dari lingkungan sekolah, rumah, hingga masyarakat luas,” tambahnya.

Seminar berlanjut dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga serta Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga. Kedua narasumber menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berlandaskan nilai kebhinekaan yang telah menjadi ciri khas Salatiga.

Baca Juga:  Perang Melawan Curanmor: Polrestabes Surabaya Bongkar Jaringan Pelaku di 49 TKP

Melalui kegiatan ini, Pemkot Salatiga berharap tumbuhnya kesadaran baru di kalangan generasi muda untuk menjadi garda depan penjaga toleransi, sekaligus memperkuat identitas Kota Salatiga sebagai salah satu kota paling rukun dan damai di Indonesia. (*)