Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong kemajuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat. Salah satunya terlihat saat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan kunjungan kerja ke Galeri UMKM Givari Pusat Sepatu dan Tas Kulit di Jalan Raya Ponokawan Nomor 57, Kecamatan Krian, Kamis (21/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo untuk memastikan UMKM lokal terus berkembang, mampu mempertahankan kualitas produk, sekaligus siap bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Dalam agenda itu, Wabup Mimik didampingi Camat Krian Nawari bersama jajaran Forkopimka Krian. Mereka meninjau langsung proses produksi sepatu dan sandal berbahan kulit asli yang hingga kini masih dikerjakan secara manual oleh para perajin.

Suasana galeri tampak hidup dengan aktivitas pekerja yang teliti menyusun pola, menjahit bahan kulit, hingga melakukan proses finishing produk. Mimik mengaku terkesan melihat konsistensi kualitas yang dipertahankan Givari sejak berdiri pada era 1980-an.

“Hari ini saya berkunjung ke salah satu UMKM di Desa Ponokawan, yaitu Givari yang memproduksi sepatu dan sandal kulit berbahan kulit asli dan berkualitas. Usaha ini sudah lama, turun-temurun, dan proses produksinya masih manual, tetapi hasilnya sangat bagus dan nyaman dipakai,” ujar Mimik.

Baca Juga:  KPK Bongkar Sumber Uang Korupsi Kuota Haji: Dari Biro Travel hingga Oknum Kemenag, Ini Jelasnya

Menurutnya, kekuatan utama UMKM seperti Givari terletak pada kualitas produk yang terus dijaga meski persaingan industri semakin ketat. Ia menilai penggunaan bahan kulit asli dengan standar tinggi menjadi nilai tambah yang harus dipertahankan.

“Karena bahannya dari kulit asli, kualitasnya harus tetap dijaga. Saya sendiri sudah memakai produknya dan memang nyaman serta empuk dipakai. Bahkan di sini juga bisa menerima pesanan sesuai model, warna, dan keinginan konsumen,” katanya.

Tak hanya memberikan apresiasi, Mimik juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk lebih mencintai dan menggunakan produk UMKM lokal.

Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha lokal agar semakin berkembang.

Baca Juga:  Salatiga Capai "Hatrick" Opini WTP Dari BPK Perwakilan Provinsi Jateng

“Saya sejak awal memang menyarankan agar ASN menggunakan produk-produk UMKM Kabupaten Sidoarjo. Kalau bukan kita yang bangga memakai produk daerah sendiri, siapa lagi,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik Givari, Eti Herawati, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap pelaku UMKM.

Ia menjelaskan bahwa usaha yang dirintis keluarganya sejak tahun 1980-an tersebut pernah mencatatkan prestasi dengan menembus pasar ekspor hingga Panama.

“Givari ini dirintis orang tua kami sejak tahun 1980-an. Kami pernah ekspor ke Panama, dan sampai sekarang masih melayani pasar lokal seperti guru, pegawai kantor, sampai tenaga medis,” ungkap Eti.

Meski pasar terus berkembang dan persaingan semakin ketat, Eti menegaskan pihaknya tidak pernah menurunkan kualitas bahan baku yang digunakan. Givari tetap mempertahankan penggunaan kulit grade A demi menjaga kepercayaan pelanggan.

“Kami tetap memakai bahan kulit grade A dan menjaga kualitas mulai dari kerapian produk, proses produksi sampai finishing,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap penguatan modal usaha UMKM. Salah satu upaya yang disiapkan Pemkab Sidoarjo yakni melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda).

Baca Juga:  Sarapan Rakyat Rasa Sultan: Sego Cokot, Nikmat Murah Meriah yang Bikin Ketagihan dari Sudut Argosari Salatiga

Ia mengajak para pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui Bank Delta Artha Sidoarjo agar usaha mereka semakin berkembang.

Selain permodalan, Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen memperluas promosi produk UMKM melalui berbagai pameran serta sentra UMKM yang telah disiapkan oleh dinas terkait.

“Wadah UMKM sebenarnya sudah ada. Tinggal bagaimana dimaksimalkan dan terus disosialisasikan supaya masyarakat semakin mengenal produk-produk lokal kita,” katanya.

Mimik optimistis UMKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan menembus pasar internasional. Menurutnya, keberhasilan produk kulit asal Tanggulangin yang telah merambah pasar luar negeri menjadi bukti bahwa kualitas UMKM Sidoarjo mampu bersaing secara global.

“Kami ingin UMKM Sidoarjo naik kelas dan semakin dikenal luas. Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan terus membantu promosi dan pemasaran produk-produk UMKM,” tandasnya. (*)