Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Semangat pelestarian budaya kembali bergema di Kabupaten Sidoarjo. Rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2026 yang digelar selama dua hari, 19–20 Juni 2026, berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Berbagai pertunjukan budaya khas Jawa Timur ditampilkan dalam acara yang dipusatkan di Lapangan Parkir Selatan Alun-Alun Sidoarjo, kawasan Disporapar.

Sejak sore hari, ribuan warga dari berbagai penjuru Sidoarjo dan daerah sekitar mulai memadati lokasi kegiatan. Mereka antusias menyaksikan beragam agenda budaya yang telah disiapkan panitia, mulai dari Kirab Pusaka, Jamasan Pusaka, hingga pertunjukan kesenian jaranan yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan tahun ini.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dewan Kebudayaan Sidoarjo tersebut menjadi bukti nyata komitmen menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

Prosesi Kirab Pusaka menjadi pembuka yang paling dinanti masyarakat. Dengan suasana khidmat, berbagai pusaka yang memiliki nilai historis dan filosofis diarak melewati kawasan alun-alun. Warga tampak berjejer di sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan langsung prosesi yang sarat makna tersebut.

Baca Juga:  Langkah Preventif! Kapolres Salatiga Gelar Tactical Floor Game Hadapi Arus Balik

Tak hanya menjadi tontonan, kirab juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Usai kirab, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Jamasan Pusaka, sebuah tradisi pembersihan benda-benda pusaka yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa. Prosesi ini berlangsung penuh penghormatan dan diyakini sebagai simbol menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Suasana semakin semarak saat kelompok-kelompok seni tradisional tampil membawakan pertunjukan jaranan. Iringan musik gamelan yang khas berpadu dengan gerak para penari berhasil memukau penonton yang memenuhi area pertunjukan.

Atraksi budaya tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan seni tradisional yang masih terjaga di Kabupaten Sidoarjo. Para seniman daerah menampilkan kemampuan terbaik mereka sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal.

Partisipasi berbagai elemen masyarakat turut menjadi faktor penting dalam suksesnya penyelenggaraan Grebeg Suro 2026. Salah satunya datang dari DPD Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin oleh Gus Makhi.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Polri di Hari Bhayangkara ke-79: Bazar Tebus Murah Polres Salatiga, Ratusan Paket Sembako Ludes Diserbu Warga

Organisasi tersebut terlibat aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan sekaligus membantu menjaga suasana tetap kondusif selama acara berlangsung. Selain itu, unsur pengamanan dari berbagai kecamatan juga bersinergi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Ketua DPC PWI LS Kecamatan Taman, Kartono, menegaskan bahwa keberadaan kegiatan budaya seperti Grebeg Suro memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat.

“Tradisi ini harus kita lestarikan bersama agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Generasi muda perlu terus mengenal dan mencintai budaya daerah,” ujar Kartono.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan komunitas budaya dalam kegiatan semacam ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan warisan leluhur.

“Kegiatan budaya mampu memperkuat rasa kebersamaan. Selain itu, warisan para leluhur akan tetap hidup dan relevan meski masyarakat terus berkembang mengikuti zaman,” tambahnya.

Baca Juga:  Polres Bangkalan Tanggap Bencana, Evakuasi Warga di Tiga Desa Terdampak Banjir

Tidak hanya menyajikan hiburan dan edukasi budaya, panitia juga menghadirkan kegiatan sosial berupa layanan pengobatan tradisional gratis bagi masyarakat. Program tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang hadir dan memanfaatkan layanan kesehatan tersebut.

Banyak warga mengapresiasi langkah panitia yang tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kegiatan sosial.

Melalui penyelenggaraan Grebeg Suro 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap tradisi-tradisi leluhur dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Kemeriahan kirab pusaka, sakralnya jamasan, hingga atraksi jaranan yang memukau menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Grebeg Suro 2026 pun kembali menegaskan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan yang terus hidup dan menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat Sidoarjo menuju masa depan. (*)