Laporan: W Widodo 

KABUPATEN SEMARANG | berita-global com – Memperingati Hari Baden Powell dan jelang Hari Tunas 2023, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah mereboisasi bukit gundul di Dusun Ngipik, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Jumat (24/2/2023). Sebanyak 3.500 pohon kopi dan alpukat ditanam oleh 500 pandu.

Wakil Ketua Kwarda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, gerakan menanam ini adalah ejawantah dari  semangat bapak pandu dunia, Baden Powell. Sekaligus, untuk membantu warga setempat mengelola bukit gundul tersebut.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Djarum Foundation Gandeng Polres Salatiga Tanam 72 Bibit Pohon

“Kita tiru semangat petualang dan semangat cinta alamnya, dengan menyelamatkan bukit gundul dengan tanaman yang bisa menahan erosi dan memperkuat lereng, serta mampu menghasilkan (buah bagi petani),” ujarnya.

Sujarwanto menyebut, pohon kopi dan alpukat memiliki nilai perekonomian yang tinggi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Kwarda Jateng bekerja sama dengan kelompok tani setempat, guna merawat bibit yang sudah ditanam sampai bisa dipanen.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Perkuat Layanan Kesehatan, Warga Binaan Jalani Operasi Katarak dengan Pengawalan Ketat di RST dr. Asmir

Wakil Ketua kelompok tani “Mekar Tani” Juriyan mengaku senang dengan gerakan reboisasi tersebut. Selain melestarikan lingkungan, penanaman pohon diharapkan menghidupkan geliat ekonomi melalui budidaya kopi dan alpukat.

Baca Juga:  Sapu Bersih Narkoba di Bangkalan: Polres Amankan 10 Tersangka dalam Operasi Tumpas Semeru 2024

Bukit setinggi lebih kurang 20 meter itu, hanya ditumbuhi rumput liar dan pepohonan yang kurang produktif bagi warga.

“Selain memperkuat sumber air dan menahan longsor. Harapannya nanti kopi dan alpukat setelah berbuah bisa untuk produksi sendiri. Ya kira-kira kalau dirawat dua tahun lagi bisa dipanen kopinya,” pungkasnya. (*)