Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Korem 073/Makutarama tahun ini diwarnai dengan aksi sosial yang menyentuh hati. Tidak hanya seremonial militer, jajaran Korem turut berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu melalui penyaluran paket sembako, (08/09/25)

Salah satu penerima bantuan adalah Mbah Surip (80 tahun), seorang lansia tunanetra yang hidup sebatang kara di Dusun Pendem RT 05/RW 03, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Dengan keterbatasan fisik dan tanpa sanak saudara yang mendampingi, keseharian Mbah Surip penuh dengan perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca Juga:  Isra Mi\'raj 1446 H: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Peringatan Penuh Makna dan Santuni Anak Yatim

Bantuan sembako diserahkan langsung oleh Danrem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han. Kehadiran Danrem di rumah sederhana Mbah Surip membawa suasana haru, menjadi wujud nyata kepedulian TNI kepada rakyat kecil.

Baca Juga:  Awali 2026 dengan Kepedulian, Polresta Sidoarjo dan Bhayangkari Tebar Jumat Berkah

“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan rasa peduli kami kepada masyarakat. Kami berharap dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari Mbah Surip, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Kolonel Ezra.

Selain menyerahkan sembako, momen tersebut juga menegaskan bahwa Korem 073/Makutarama tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir untuk memperkuat ikatan sosial. Kegiatan sosial ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Warning Swalayan Soal Produk Nyaris Expired

Melalui langkah sederhana namun sarat makna ini, Korem 073/Makutarama meneguhkan komitmen untuk selalu dekat dengan rakyat. Kepedulian terhadap sosok Mbah Surip menjadi simbol bahwa TNI hadir tidak hanya di medan tugas, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan. (*)