Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Tak hanya fokus pada kelancaran arus mudik, jajaran Polda Jawa Timur menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga kekhusyukan ibadah umat serta stabilitas keamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sejak resmi digelar pada 13 Maret 2026, operasi kemanusiaan tahunan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa fokus utama operasi bukan semata pada lalu lintas mudik, melainkan juga menjamin masyarakat dapat beribadah dengan aman dan khusyuk.

Baca Juga:  JSIT Jawa Tengah Dirikan Posko Gratis, Sambut Peserta Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta

“Fokus utama kami adalah menjaga proses ibadah umat agar tetap berjalan dengan khusyuk,” tegas Kombes Abast, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, momen Ramadhan hingga Idul Fitri juga beriringan dengan perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Karena itu, pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh umat dapat menjalankan ibadahnya tanpa gangguan.

“Arus lalu lintas itu dampak. Namun yang paling fundamental adalah menjaga Kamtibmas di lingkungan masyarakat, baik di permukiman maupun rumah ibadah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dekade Kemajuan Transportasi Laut: Inovasi, Efisiensi, dan Infrastruktur Maritim Indonesia di FGD ITS 2024

Dalam operasi ini, Polda Jatim bersama jajaran menyiapkan pengamanan besar-besaran di berbagai titik vital. Tercatat, sebanyak 18.365 lokasi Shalat Idul Fitri akan mendapatkan pengamanan, baik di masjid maupun lapangan terbuka.

Tak hanya itu, aparat juga bersiaga di berbagai objek strategis yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, antara lain:

68 terminal, 12 pelabuhan dan 79 pelabuhan rakyat, 6 bandara, 53 stasiun kereta api, 274 pusat perbelanjaan, 488 lokasi wisata dan hiburan, Sejumlah SPBU yang rawan antrean.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Salurkan Bantuan bagi Korban Pergeseran Tanah di Purwodadi

Langkah ini dilakukan demi memastikan situasi Jawa Timur tetap kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Di akhir keterangannya, Kombes Abast juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik.

“Pastikan rumah dalam keadaan aman, dan jangan lupa melapor ke RT/RW atau petugas keamanan setempat,” pesannya.

Dengan kolaborasi yang solid antara aparat dan masyarakat, Polda Jatim optimistis slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dapat benar-benar terwujud di tahun ini. (*)