Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Bulan suci Ramadan kembali menghadirkan momen kebersamaan yang indah di Kota Salatiga. Sebuah aksi penuh makna dilakukan oleh Gereja Katolik St. Paulus Miki bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Salatiga dengan membagikan takjil kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan ini berlangsung di Jalan Diponegoro pada Sabtu (01/03/2025) dan telah menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadan. Dengan penuh keikhlasan, puluhan jemaat gereja, aktivis WKRI, serta anggota Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS) turut serta dalam kegiatan ini. Mereka membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Juga:  Latsitarda Nusantara XLVI/2026 Resmi Dibuka, Taruna Akademi TNI–Polri Siap Diberangkatkan Bantu Pemulihan Aceh Pascabanjir

Koordinator lapangan, Noviana Dian Hastuti, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari semangat toleransi dan kasih kepada sesama. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Ini adalah bentuk kepedulian dan cinta kasih yang diajarkan kepada kita semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Catat Capaian Signifikan: 26.825 Kasus Kriminal Tuntas di Semester I 2025

Takjil yang dibagikan terdiri dari aneka kue dan snack yang diharapkan dapat menjadi pelepas dahaga serta penambah energi bagi mereka yang berpuasa. Tidak hanya dilakukan satu kali, kegiatan ini akan terus berlangsung setiap Sabtu, Minggu, dan Senin sepanjang bulan Ramadan.

Baca Juga:  "Kapolres Salatiga Pimpin Langsung Tanam 1.000 Pohon dan Penyebaran Bibit Ikan Lele dalam Memperingati Hari Bhayangkara ke-78"

Aksi berbagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pengendara dan pejalan kaki yang menerima takjil dengan senyuman, serta mengapresiasi inisiatif Gereja St. Paulus Miki dan WKRI sebagai wujud nyata keharmonisan antarumat beragama di Salatiga.

Dengan adanya kegiatan ini, Salatiga kembali menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan. (*)