Jaga Kerukunan Umat, Kapolres Bojonegoro Ajak Dai dan Pendeta Kamtibmas Tebar Pesan Damai

Laporan: Ninis Indrawati

BOJONEGORO | SUARAGLOBAL.COM – Upaya menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian. Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menegaskan bahwa peran Dai dan Pendeta Kamtibmas sangat penting sebagai penjaga moral sekaligus penyejuk di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Menurut Kapolres, kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata. Para tokoh agama, baik dai maupun pendeta, memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian dan toleransi kepada umat.

“Kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat,” ujar AKBP Afrian saat menyampaikan pesan kepada para tokoh agama di Bojonegoro, Sabtu (7/3/2026).

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan agar situasi keamanan tetap terjaga, baik di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, selalu berada dalam situasi yang aman, damai, serta penuh toleransi antarumat beragama.

Baca Juga:  Menyatukan Kekuatan Darat dan Laut: Pemkab Sidoarjo dan TNI AL Bangun Poros Sinergi Strategis untuk Pembangunan Daerah

Kapolres menilai, hingga memasuki hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain selama menjalankan ibadah puasa. Situasi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari peran aktif para Dai dan Pendeta Kamtibmas yang terus memberikan pesan menyejukkan di tengah masyarakat.

“Kondisi ini juga tidak lepas dari peran para Dai dan Pendeta Kamtibmas yang secara aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Suasana kebersamaan itu juga terlihat dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang digelar Polres Bojonegoro bersama para Dai dan Pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026) lalu.

Baca Juga:  Kodam I/BB Gagalkan Pengiriman 448 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat” tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Acara itu turut dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur, serta para dai dan pendeta Kamtibmas dari berbagai wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 13 Maret mendatang.

Operasi kepolisian tersebut bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan momen kemenangan dengan penuh kenyamanan.

Kapolres berharap para tokoh agama dapat terus menyampaikan pesan-pesan persatuan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Baca Juga:  Sempat Kabur , Pelaku Penganiayaan Dipasar Penican Akhirnya Ditangkap Polisi Dijakarta

Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, dalam tausiyah singkatnya menegaskan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan dalam suatu wilayah membutuhkan sinergi antara ulama dan umara.

Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia kemudian mengibaratkan pentingnya persatuan dengan filosofi sapu lidi.

“Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki kekuatan,” tuturnya.

Melalui filosofi tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, ulama, hingga tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu menjaga kebersamaan.

Dengan kebersamaan itu, diharapkan Kabupaten Bojonegoro dapat terus berkembang menjadi daerah yang damai, makmur, serta membanggakan bagi seluruh warganya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!