Jatim Tancap Gas! Riset Kampus Disulap Jadi Solusi Industri

Laporan: Ninis Indrawati

MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Terobosan segar datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur yang resmi menggandeng Politeknik Negeri Malang dalam sebuah kolaborasi strategis. Langkah ini menjadi angin segar bagi dunia akademik dan industri yang selama ini berjalan di jalurnya masing-masing.

Kesepakatan penting tersebut diteken dalam suasana khidmat di Graha Polinema, Rabu (1/4/2026), sebagai simbol dimulainya era baru: riset kampus tak lagi sekadar teori, tetapi siap “turun gunung” menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Kepala Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memutus rantai panjang kesenjangan antara hasil penelitian akademik dan kebutuhan industri maupun pemerintah daerah.

Baca Juga:  Tangisan Ombak di Pantai Tamberu: Bocah 6 Tahun Tenggelam Saat Main Layangan

“Kami ingin memastikan riset tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan nyata,” tegas Sherlita.

Selama ini, tak sedikit hasil penelitian yang “mengendap” tanpa pemanfaatan maksimal. Melalui kolaborasi ini, Kominfo Jatim ingin mengubah paradigma tersebut menjadi lebih aplikatif dan berdampak langsung.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari komunikasi dan informatika, statistik, hingga keamanan informasi bidang yang kini menjadi tulang punggung di era digital.

Baca Juga:  Prihatin dan Kecewa! Ketua RW 09 Kelurahan Mangunsari Beserta Pengurusnya Kembalikan Stempel dan Plakat Kepada Lurah

Menariknya, pintu kesempatan juga dibuka lebar bagi mahasiswa Polinema. Mereka akan diberi akses mengikuti program magang di lingkungan kerja Kominfo Jatim, sebuah langkah nyata dalam mencetak SDM unggul yang siap tempur di dunia industri.

Sherlita menilai pengalaman langsung di lapangan akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa.

“Mahasiswa akan mendapatkan pemahaman praktis yang tidak mereka temukan di ruang kelas,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, menyambut kolaborasi ini sebagai momentum emas bagi pendidikan vokasi untuk semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, sinergi antara kampus, pemerintah, dan industri adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan.

Baca Juga:  Panglima TNI & Menhan RI Pimpin Geladi Bersih Upacara Militer Raksasa: 27 Ribu Prajurit Siap Tunjukkan Kekuatan Nusantara

“Kami ingin menjadi jembatan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan pemerintah,” ujar Supriatna.

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem riset terapan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif. Di tengah derasnya arus transformasi digital, langkah ini menjadi strategi penting untuk mendorong lahirnya inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan sinergi ini, Jawa Timur bersiap melaju lebih cepat mengubah riset menjadi aksi, dan ide menjadi solusi nyata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!