Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM– Dalam upaya meningkatkan keamanan di lingkungan desa, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengadakan pertemuan silaturahmi bersama para Ketua dan perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD) seKabupaten Nganjuk pada Selasa (20/5/2025). Kegiatan ini digelar di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Nganjuk dan dihadiri pejabat utama Polres serta para Kapolsek jajaran.

Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi antara aparat kepolisian dan pemerintahan desa dalam menghadapi tantangan sosial, terutama yang berkaitan dengan praktik premanisme yang masih terjadi di masyarakat.

Baca Juga:  TMMD Sengkuyung Tahap I Resmi Ditutup: TNI dan Warga Bersinergi Bangun Desa

Kapolres menegaskan bahwa premanisme tidak boleh dibiarkan tumbuh subur di desa-desa. Ia mendorong agar kepala desa mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan warganya. ā€œPremanisme bukan hanya tanggung jawab polisi. Ini tanggung jawab kita bersama,ā€ tegas AKBP Henri.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak segan melapor bila menemukan tindakan yang mengarah pada pungli, ancaman, ataupun intimidasi. Partisipasi warga sangat dibutuhkan agar tindakan-tindakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Jayandaru Sunrise Jazz Festival 2025 Dibuka Meriah: Wabup Mimik Luncurkan Tari Pesona Delta sebagai Ikon Budaya Baru Sidoarjo

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai unsur forkopimda, seperti Kasatpol PP, Kepala Dinas Bakesbangpol, serta pejabat dari Dinas PMD dan DPMPTSP. Kehadiran mereka menandai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ketertiban umum.

Ketua AKD Kabupaten Nganjuk, Dedi Nawan, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya Polres. ā€œKami di desa akan selalu siap bersinergi. Kepala desa adalah ujung tombak di lapangan, dan kami akan hadir menjadi pelindung serta pendamping warga,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Bubuk Mercon 5,1 Kg Disembunyikan di Bawah Kasur! Polisi Ringkus Pembuat Petasan di Arjasa

Silaturahmi ini diakhiri dengan kesepakatan bersama bahwa keamanan adalah milik semua pihak. Komitmen untuk bersama-sama menjaga ketertiban menjadi harapan besar agar Nganjuk terus berkembang menjadi daerah yang damai dan harmonis. (*)