Kecelakaan di Salatiga Naik 45 Persen, Tujuh Nyawa Melayang dalam Dua Bulan

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Berdasarkan pantauan suaraglobal.com di lapangan dan data dihimpun, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Salatiga sepanjang Januari hingga 2 Maret 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Tercatat 45 kasus kecelakaan dalam dua bulan pertama tahun ini, meningkat 45 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 31 kasus.

Berdasarkan pantauan suaraglobal.com, lonjakan kasus paling mencolok terjadi pada Februari 2026 dengan 22 kejadian. Sementara Januari tercatat 18 kasus dan lima kasus terjadi hingga awal Maret. Dari total 45 kejadian tersebut, tujuh orang meninggal dunia, 10 mengalami luka berat, dan 28 lainnya luka ringan.

Berdasarkan pantauan suaraglobal.com di sejumlah titik rawan, tiga lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan yakni Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dengan 12 kasus, Simpang Tingkir sembilan kasus, serta Jalan Soekarno-Hatta delapan kasus.

Baca Juga:  Pemerintah dan Polisi Bersinergi: Bantuan Gerobak Jualan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Genteng

JLS menjadi perhatian karena karakter jalannya menurun panjang, memiliki tikungan tajam, serta menjadi jalur utama kendaraan berat lintas kota. Berdasarkan pantauan suaraglobal.com, kendaraan truk dan bus kerap melintas dengan beban berat, terutama pada jam-jam padat aktivitas distribusi logistik.

Simpang Tingkir juga terpantau memiliki arus kendaraan tinggi dari berbagai arah, termasuk akses menuju tol. Pelanggaran lampu merah dan antrean panjang sering memicu tabrakan. Sementara di Jalan Soekarno-Hatta, kecelakaan banyak terjadi saat malam hari maupun ketika hujan turun deras.

Berdasarkan pantauan suaraglobal.com terhadap laporan penyelidikan, penyebab utama kecelakaan didominasi kecepatan berlebih (12 kasus), rem blong (10 kasus), serta pelanggaran lampu merah (8 kasus).

Kasus rem blong paling banyak melibatkan kendaraan berat. Minimnya perawatan sistem pengereman, kelebihan muatan, serta penggunaan gigi tinggi saat melintasi jalan menurun menjadi faktor yang berulang ditemukan dalam sejumlah kejadian.

Baca Juga:  Semarak MAPSI PLUS JSIT Jateng: 631 Peserta Adu Prestasi dan Jalin Silaturahmi di Sukoharjo

Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan dengan 20 kasus. Disusul truk sebanyak 14 kasus dan mobil penumpang 11 kasus.

Namun berdasarkan pantauan suaraglobal.com, kecelakaan yang melibatkan truk cenderung berdampak lebih fatal dibanding kendaraan lain, terutama jika terjadi di jalur menurun atau arteri utama.

Peristiwa paling menyita perhatian terjadi pada 27 Februari 2026 di Jalan Soekarno-Hatta. Berdasarkan pantauan suaraglobal.com dan keterangan aparat, sebuah truk pengangkut material diduga mengalami rem blong saat menuruni jalan, lalu menabrak dua sepeda motor dan satu mobil sebelum menghantam halte.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka berat. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di awal tahun 2026.

Baca Juga:  Kapolres Boyolali Tinjau Pos Operasi Lilin Candi 2024: Pastikan Kesiapsiagaan dan Kenyamanan Pengguna Jalur Tol

Berdasarkan pantauan suaraglobal.com, faktor cuaca juga turut memperbesar risiko kecelakaan. Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Salatiga pada beberapa hari di Februari membuat kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang drastis.

Untuk menekan angka kecelakaan, Polres Salatiga meningkatkan patroli, penindakan pelanggaran, serta pengawasan kendaraan berat. Operasi keselamatan digelar untuk menekan pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm, melanggar lampu merah, dan penggunaan ponsel saat berkendara.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, berdasarkan pantauan suaraglobal.com, disiplin pengguna jalan masih menjadi tantangan utama. Kesadaran kolektif masyarakat dinilai menjadi kunci agar angka kecelakaan di Salatiga tidak terus meningkat di bulan-bulan berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!