MAKKAH | SUARAGLOBAL.COM — Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat layanan dan pendampingan kepada jemaah haji Indonesia. Salah satu perhatian utama tahun ini adalah pengelolaan dam yang dinilai semakin tertata dan transparan.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pemerintah memberikan ruang luas kepada jemaah untuk melaksanakan dam sesuai keyakinan fikih masing-masing. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, dan akuntabilitas pelaksanaan ibadah.

“Kemenhaj menghormati keberagaman pandangan fikih dalam pelaksanaan dam. Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi jemaah untuk menjalankan keyakinan fikihnya masing-masing, dengan tetap memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data terbaru Kemenhaj, sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan ketentuan dam melalui berbagai mekanisme yang tersedia. Dari jumlah tersebut, 71.262 jemaah memilih membayar dam melalui program ADAHI di Arab Saudi, 26.901 jemaah menyelesaikannya di Indonesia, sementara 2.105 jemaah memilih menjalankan dam dengan berpuasa sesuai ketentuan syariat.

Baca Juga:  Ratusan Personel Polres Pasuruan Disiagakan di 17 Kecamatan Amankan 1.726 TPS Pilkada 2024

Selain itu, terdapat 821 jemaah yang menggunakan skema haji ifrad sehingga tidak dikenakan kewajiban dam tamattu’.

Menurut Ichsan, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran jemaah dalam menjalankan ibadah secara tertib melalui jalur resmi dan mekanisme yang jelas.

“Pendataan dam jemaah haji Indonesia tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola layanan haji, termasuk pada aspek ibadah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah,” katanya.

Kemenhaj juga menyoroti masih adanya potensi penawaran pembayaran dam melalui jalur tidak resmi. Karena itu, jemaah diimbau untuk lebih waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pembayaran tanpa kejelasan mekanisme maupun bukti pelaksanaan.

“Jemaah kami minta tidak mudah percaya pada tawaran pembayaran dam yang tidak jelas. Jika ragu, segera berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas haji Indonesia di sektor masing-masing,” tegas Ichsan.

Baca Juga:  Pemkab Bangkalan Percepat Penyerahan LKPD 2024 ke BPK Jatim: Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

Ia menjelaskan, dam merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah haji yang perlu dipahami secara benar. Jemaah pun diminta tidak sekadar mengikuti pilihan orang lain tanpa memahami dasar fikih yang diyakini.

Di sisi lain, operasional penyelenggaraan haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M hingga hari ke-30 terus menunjukkan progres positif. Kemenhaj mencatat sebanyak 498 kloter dengan total 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat 224 kloter dengan 85.618 jemaah dan 893 petugas telah tiba di Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jemaah beserta 1.984 petugas sudah berada di Kota Suci Makkah.

Baca Juga:  Polres Bondowoso Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Dua Tersangka Diamankan

Tak hanya itu, jemaah haji khusus yang telah tiba di Tanah Suci juga mencapai 14.513 orang.

“Secara umum, layanan haji Indonesia berjalan lancar. Pemerintah terus memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah, berjalan optimal,” ujar Ichsan.

Menjelang puncak ibadah haji, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta mempersiapkan diri menghadapi rangkaian Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

“Jangan sungkan meminta bantuan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” katanya.

Di akhir keterangannya, Kemenhaj turut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan kelancaran ibadah para jemaah haji.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh tamu-tamu-Nya, serta menjadikan hajinya mabrur dan mabruroh,” tutup Ichsan. (Ynt)