Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga berhasil mengamankan pelaku pencurian pagar besi yang berada di sisi timur Lapangan Pancasila. Pagar tersebut diketahui merupakan fasilitas milik Polres Salatiga.

Seorang sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, para pelaku sempat mengangkut tiga unit pagar besi sepanjang 360 sentimeter. Besi itu dibawa menggunakan sepeda motor dan kemudian disembunyikan di rumah salah satu tersangka.

Baca Juga:  Setetes Darah, Sejuta Kepedulian: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Donor Darah Sambut HUT Humas Polri ke-74

“Pelaku sudah ditangkap. Namun ada pelaku lainya yang masih buron,” ujar sumber tersebut saat dihubungi Suaraglobal.com, Rabu (3/9/2025).

Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kericuhan pecah, sebanyak 27 unit pagar besi milik Polres Salatiga dirusak oleh sekelompok massa yang tiba-tiba datang setelah acara.

“Beberapa pagar diseret hingga ke Lapangan Pancasila, sebagian ditinggalkan di dekat pertigaan beringin,” jelas sumber itu.

Baca Juga:  Terungkap Fakta Mengejutkan Dalam Sidang Perdana Kasus Penipuan Wartawati Oleh Oknum TNI AD

Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, saat dikonfirmasi Suaraglobal.com membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Ia benar, namun saat ini sedang diproses lebih lanjut. Nanti pasti kita sampaikan, sembari menunggu perkembangan,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, aksi solidaritas para pengemudi ojek online di Kota Salatiga berjalan damai. Massa berkumpul di sekitar Patung Pahlawan, Alun-alun Pancasila, lalu membubarkan diri dengan tertib setelah doa bersama. Namun, ketenangan itu buyar ketika sekelompok massa lain datang dan membuat suasana tak terkendali.

Baca Juga:  Polda Jateng Berhasil Bongkar Aksi Pencurian di Rumah Ibadah, Polisi Amankan Pelaku dan Sejumlah Barang Bukti

Kericuhan pecah di pintu samping Mapolres Salatiga. Massa merobohkan pagar, melempar batu, hingga benda keras lain ke arah aparat kepolisian yang mendapat dukungan TNI.

“Akibatnya, Briptu Vido mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu, dan segera mendapatkan penanganan medis,” terang Sutopo. (*)