Khofifah Luncurkan SPMB 2026: Seleksi Sekolah Kini Lebih Jujur dan Terbuka
Laporan: Wahyu Widodo
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kabar segar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur! Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menghadirkan sistem baru dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang diklaim lebih adil, transparan, dan akuntabel.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pembaruan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah besar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
“SPMB 2026 kami rancang lebih sistematis dan mudah dipahami agar seluruh tahapan seleksi berjalan transparan dan berkeadilan,” tegas Khofifah, Sabtu (11/4/2026).
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dashboard digital yang mampu memantau proses seleksi secara real-time.
Tak hanya itu, layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) juga disiapkan guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait pendaftaran hingga pemilihan sekolah.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan serta menghindari praktik tidak transparan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, Pemprov Jatim juga membuka Posko SPMB 2026 di berbagai titik strategis. Mulai dari sekolah negeri, kantor cabang dinas, hingga kantor pusat, semua disiapkan sebagai pusat layanan informasi.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa posko ini bertujuan memberikan pendampingan langsung kepada calon murid dan orang tua.
“Kami ingin memastikan setiap calon murid mendapatkan pendampingan yang tepat sehingga tidak salah dalam menentukan pilihan sekolah,” ujarnya.
SPMB Jatim 2026 akan dilaksanakan dalam empat tahap yang telah dirancang secara sistematis:
Tahap 1 (11–15 Juni 2026)
Jalur domisili: kuota 20% untuk SMA dan 10% untuk SMK.
Tahap 2 (17–23 Juni 2026)
Jalur afirmasi (30% SMA, 15% SMK), mutasi (5%), dan prestasi lomba (5%).
Tahap 3 (24–29 Juni 2026)
Jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25%.
Tahap 4 (30 Juni–4 Juli 2026)
Jalur nilai prestasi akademik SMK dengan kuota 65%.
Dengan pembagian ini, pemerintah berharap setiap siswa memiliki peluang yang jelas dan terukur sesuai jalur yang dipilih.
Menariknya, Pemprov Jatim juga menghadirkan kebijakan “golden ticket” sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi non-akademik.
Ketua OSIS serta penghafal kitab suci berkesempatan mendapatkan jalur khusus, sebuah inovasi yang dinilai mampu mendorong karakter dan prestasi siswa secara menyeluruh.
Untuk memastikan masyarakat memahami sistem baru ini, sosialisasi digelar di sejumlah wilayah seperti Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, dan Pamekasan.
Langkah ini menjadi bagian penting agar tidak ada lagi kebingungan di tengah masyarakat saat proses pendaftaran berlangsung.
Dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi, Pemprov Jawa Timur optimistis pelaksanaan SPMB 2026 akan berjalan lebih efektif dan mampu memberikan akses pendidikan yang merata.
Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan terus bergerak maju, menuju sistem yang lebih jujur, transparan, dan berpihak pada masa depan generasi muda. (*)





Tinggalkan Balasan