Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Sebuah insiden kontroversial di Ruko Kayoon 12-14, Surabaya, mencuat setelah video viral menunjukkan konfrontasi antara seorang pengemudi mobil dan seorang petugas keamanan. Video tersebut, yang diunggah oleh akun @m.hilal_na, menggambarkan momen ketika pengemudi diduga diminta membayar biaya parkir dan terjadi percekcokan.

Menurut klarifikasi dari petugas keamanan bernama Budi Safuan, dia bukanlah jukir, melainkan petugas keamanan ruko. Safuan menegaskan bahwa dia tidak meminta uang parkir dan menolaknya saat diminta. Insiden tersebut mengarah pada pengemudi yang diduga membuang makanan ke dalam mobil sebagai bentuk protes.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Boyolali Sidak SPBU di Kabupaten Boyolali untuk Antisipasi Kecurangan dan Kelangkaan BBM

Polsek Genteng kompol bayu halim nugroho S.H.S. l. K.M.Si. segera menindaklanjuti insiden tersebut setelah video tersebut viral di media sosial. Budi Safuan kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai klarifikasi terkait insiden tersebut dan diberikan pembinaan.

Baca Juga:  Operasi Lilin Semeru 2025, Polda Jatim Fokus Keamanan dan Kenyamanan Nataru

Safuan menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjaga kendaraan yang parkir di depan ruko, bukan mengurus parkir. Dia mengungkapkan bahwa setelah percakapan memanas, dia meminta pengemudi untuk melanjutkan perjalanan dan menolak uang yang ditawarkan.

Insiden ini memunculkan diskusi tentang tata kelola parkir dan kewajiban petugas keamanan di area komersial. Meskipun demikian, Safuan mengambil insiden ini sebagai pelajaran untuk ke depannya.

Baca Juga:  Keringat Persatuan! Senam Bersama Pererat Hubungan TNI-Polri di Kabupaten Semarang

Pihak berwenang terus mengambil langkah-langkah

 untuk menyelesaikan insiden ini secara adil dan menghindari konfrontasi serupa di masa mendatang. Insiden ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperlakukan satu sama lain dengan rasa hormat dan menghormati peraturan yang berlaku dalam setiap situasi. (*)