Laporan: Bagas

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya memperkenalkan langkah strategis baru untuk meningkatkan keamanan sekaligus mendukung pembinaan warga binaan. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kompetensi petugas, serta memastikan keberhasilan proses rehabilitasi bagi para warga binaan, (24/11/24).

Kepala Rutan Surabaya, Tomi Elyus, menjelaskan bahwa keberhasilan pembinaan warga binaan bergantung pada suasana yang aman dan tertib. “Keamanan dan pembinaan adalah dua aspek yang saling mendukung. Dengan lingkungan yang kondusif, kami dapat fokus memberikan program rehabilitasi yang efektif,” ungkapnya.

Baca Juga:  Akses Bondowoso–Jember Lumpuh, Polisi Terapkan Rekayasa Arus Darurat

Rutan Surabaya memprioritaskan penguatan pengamanan melalui pelatihan rutin bagi regu pengamanan. Materi pelatihan mencakup penanganan konflik, tanggap darurat, dan penerapan teknologi untuk meminimalkan risiko penyelundupan barang terlarang. Selain itu, pengawasan diperketat dengan alat deteksi modern guna memastikan keamanan maksimum.

Kami sedang menyempurnakan prosedur pemeriksaan barang dan orang yang masuk ke rutan. Langkah ini penting untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu ketertiban,” ujar Tomi.

Baca Juga:  Rekrutmen Polri 2026 Resmi Dibuka! Ribuan Peserta Serbu Seleksi, Polda Jatim Tegaskan: Jangan Percaya Calo!

Tidak hanya fokus pada keamanan, Rutan Kelas I Surabaya juga berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Program-program yang dikembangkan mencakup pelatihan keterampilan kerja, pendidikan, dan bimbingan keagamaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

“Lingkungan yang aman memungkinkan kami menjalankan pembinaan secara optimal. Kami ingin para warga binaan memiliki bekal yang cukup untuk hidup mandiri setelah masa tahanan,” tambahnya.

Baca Juga:  86 Mahasiswa Psikologi Islam UIN Salatiga Ikuti KKL di BNNP Jateng, Teken MoU, Fokus Kolaborasi Pencegahan Narkotika

Keberhasilan program ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara regu pengamanan dan unit pembinaan. Sinergi ini menciptakan alur kerja yang efisien sehingga setiap elemen mendukung tujuan bersama.

Baca Juga:  Sidoarjo Menuju Kota Metropolitan Inklusif: Bupati Subandi Paparkan 14 Program Prioritas 2025-2030

Langkah strategis yang diambil oleh Rutan Surabaya mendapat respons positif dari para petugas pengamanan.

Kami merasa didukung untuk terus meningkatkan profesionalisme. Dengan pelatihan dan peralatan baru, kami lebih percaya diri menjaga keamanan di rutan,” kata

Baca Juga:  Residivis Seribu Aksi dari Blitar Berhasil Dibekuk Polisi, Dua Bulan Gasak 18 TKP

Dengan komitmen baru ini, Rutan Kelas I Surabaya berharap dapat menjadi model pengelolaan rutan yang tidak hanya aman tetapi juga mampu mencetak warga binaan yang siap berkontribusi positif di masyarakat.

“Ini adalah langkah awal menuju perubahan yang lebih baik. Kami ingin menjadikan Rutan Surabaya sebagai contoh keberhasilan dalam keamanan dan pembinaan,” tutup Tomi Elyus. (*)