Laporan: Ninis Indrawati

TUBAN | SUARAGLOBAL.COM – Aksi komplotan pencuri sapi lintas wilayah yang selama ini meresahkan peternak akhirnya berhasil dibongkar jajaran Satreskrim Polres Tuban Polda Jatim. Tiga pelaku berhasil dibekuk, sementara empat anggota komplotan lainnya kini masih diburu dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial ED (46), SE (38), dan NG (25), seluruhnya warga Kabupaten Probolinggo. Polisi menyebut kelompok ini merupakan sindikat pencurian ternak yang cukup rapi dan terorganisir.

Kapolres Tuban Alaiddin mengungkapkan, aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, 28–29 April 2026, di sejumlah kandang sapi di wilayah Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu.

Baca Juga:  Komitmen Berantas Perjudian di Simalungun: Polsek Tanah Jawa Berhasil Amankan Pelaku Judi Kim Hongkong

“Kasus terungkap setelah tersangka beraksi di wilayah Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu,” ujar AKBP Alaiddin, 26/05/26.

Dalam aksinya, para pelaku berhasil menggondol tujuh ekor sapi dari tiga lokasi berbeda. Tiga ekor sapi milik korban MTR dicuri dari Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Selanjutnya dua ekor sapi milik korban KS di Desa Beji, Kecamatan Jenu, serta dua ekor sapi milik korban AS juga ikut dibawa kabur oleh kawanan tersebut.

Polisi menyebut komplotan ini tidak bergerak secara acak. Mereka terlebih dahulu melakukan pemetaan lokasi dan mengincar kandang sapi yang dianggap mudah dibobol.

Baca Juga:  Gempur Sarankan Pemerhati Pilkada Konut untuk Bedakan Silaturahmi dan Kampanye

Kandang yang berada di lokasi sepi, minim penerangan, jauh dari permukiman warga, serta tidak memiliki kamera pengawas menjadi target utama para pelaku.

“Sebagian besar kandang sapi milik warga berada di lokasi minim pengawasan sehingga menyulitkan proses penyelidikan,” jelas Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka diketahui telah melakukan survei lokasi selama kurang lebih dua hari sebelum menjalankan aksi pencurian. Mereka berkeliling untuk memastikan situasi kandang aman dan minim aktivitas warga.

Polisi juga mengungkap fakta mengejutkan. Tersangka ED diduga menjadi otak utama sindikat pencurian tersebut. Ia bukan pemain baru dalam kasus pencurian ternak.

Baca Juga:  Pergeseran Tanah di Pasuruan: Sinergi Polisi, TNI, dan BPBD Selamatkan Ratusan Warga

ED diketahui merupakan residivis spesialis pencurian hewan ternak yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara akibat kasus serupa. Bahkan, dari pengakuannya kepada penyidik, ia telah empat kali beraksi di wilayah Probolinggo dan satu kali melakukan pencurian di Banyuwangi.

“Dari pengakuannya, tersangka sudah empat kali melakukan aksi di wilayah Probolinggo dan satu kali di Banyuwangi,” pungkas AKBP Alaiddin.

Kini Satreskrim Polres Tuban terus memburu empat pelaku lain yang kabur usai aksi pencurian terbongkar. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar meningkatkan keamanan kandang dengan menambah penerangan maupun pemasangan CCTV guna mencegah aksi serupa kembali terjadi. (*)