Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Menyambut bulan suci Ramadhan, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar lomba melukis kaligrafi bagi para karyawannya. Acara ini berlangsung di Auditorium Gedung IDIK lantai 2 pada Rabu, 12 Maret 2025, dengan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unit rumah sakit.

Menariknya, ajang ini tidak hanya menampilkan keterampilan para karyawan dalam bidang kesehatan, tetapi juga menggali potensi seni mereka dalam menggambar kaligrafi. M. Suyuti, S.E., selaku ketua koordinator lomba, menjelaskan bahwa peserta diberikan kebebasan dalam menentukan motif dan pola kaligrafi yang mereka buat.

Baca Juga:  SPEED Tancap Gas! Ojol Surabaya Tuntut Perlindungan dan Bonus Layak ke DPRD Jatim

“Kami sudah menyediakan kertas untuk menggambar, sementara alat pewarna dibawa sendiri oleh peserta,” ungkap Suyuti pada Jumat, 14 Maret 2025. Ia menambahkan bahwa penilaian karya peserta didasarkan pada beberapa kriteria, seperti ketepatan tulisan sesuai kaidah, kreativitas dalam menampilkan motif, komposisi warna, serta kebersihan hasil karya.

Baca Juga:  Organisasi Gadungan Anti-Korupsi Dipakai untuk Peras ASN Terbongkar, Dua Mahasiswa Terjerat Hukum

Dewan juri nantinya akan memilih tiga peserta terbaik yang berhak mendapatkan trofi dan hadiah uang tunai. Pengumuman pemenang akan dilakukan dalam puncak acara Festival Ramadhan yang diselenggarakan oleh rumah sakit sebagai bagian dari rangkaian perayaan bulan suci ini.

Seni kaligrafi sendiri merupakan bagian dari seni Islam yang mengutamakan keindahan dalam tulisan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis. Melalui perlombaan ini, diharapkan para peserta tidak hanya menyalurkan kreativitas mereka tetapi juga semakin mengapresiasi seni Islam yang penuh makna.

Baca Juga:  Gus Maksum: Purbaya Yudhi Sadewa Harapan Baru Ekonomi Kerakyatan dan Kebangkitan Pesantren

Dengan adanya kegiatan ini, RSUD dr. Iskak Tulungagung tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi yang mendukung pengembangan bakat seni dan budaya Islami di kalangan karyawannya. Langkah ini semakin mengukuhkan komitmen rumah sakit dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga bernilai spiritual dan budaya. (*)