Laporan: Wahono

TEMANGGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana liburan yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi memilukan di kawasan wisata glamping Kabupaten Temanggung. Empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar penginapan pada Rabu (28/5/2026) malam.

Korban terdiri dari pasangan suami istri serta dua anak laki-laki mereka yang masing-masing berusia 21 tahun dan 16 tahun. Penemuan satu keluarga meninggal secara bersamaan itu langsung menggegerkan pengelola wisata maupun warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sore untuk menikmati liburan dengan konsep glamour camping atau glamping. Mereka diketahui sempat beraktivitas normal sejak tiba di lokasi.

Baca Juga:  Dari Pulau Dewata ke Kota Bahari, 12 Box Arak Bali Gagal Masuk Sampang, Satreskrim Sampang Amankan Sopir Travel 

Pada malam harinya, keluarga tersebut diduga makan bersama di dalam penginapan menggunakan makanan yang dibawa sendiri dari rumah. Setelah itu, mereka beristirahat dan tidak terlihat lagi beraktivitas di luar kamar.

Kecurigaan mulai muncul pada Rabu pagi ketika petugas pengelola wisata mengantarkan makanan ke penginapan korban. Namun, saat pintu diketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Petugas awalnya mengira para tamu masih beristirahat. Namun hingga siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, tidak ada tanda-tanda aktivitas. Saat petugas kembali mendatangi lokasi untuk mengingatkan jadwal check-out, makanan yang sebelumnya diantar masih terlihat utuh dan belum disentuh.

Situasi semakin mencurigakan karena kamar tetap tertutup rapat hingga sore hari. Petugas akhirnya melakukan pengecekan ulang dan membuka akses ke dalam penginapan. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati seluruh penghuni kamar sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga:  Polantas Diapresiasi Tinggi: 9 dari 10 Pemudik Puas dengan Layanan Mudik Lebaran 2025

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat Polres Temanggung bersama tim Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya busa keluar dari mulut para korban. Kondisi itu memunculkan dugaan sementara bahwa keempat korban mengalami keracunan sebelum meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.

“Iya benar, keempat korban ditemukan Rabu kemarin,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam penginapan, termasuk sisa makanan dan barang-barang milik korban yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Semarang Tekankan Penguatan SDM di Tengah Tekanan Fiskal

Jenazah para korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Temanggung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim DVI dari Polda Jawa Tengah juga telah melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian dan masih menunggu hasil laboratorium forensik serta autopsi resmi.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam dan menjadi perhatian warga sekitar lokasi wisata. Banyak pengunjung mengaku terkejut karena kawasan glamping tersebut selama ini dikenal tenang dan menjadi destinasi favorit wisata keluarga. (*)