Laporan: Damayanti

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Mahasiswa Petra Christian University (PCU) kembali unjuk gigi di dunia perfilman dengan menayangkan empat film dokumenter garapan mereka di CGV Maspion Square, Surabaya. Acara ini merupakan bagian dari mata kuliah Produksi Film Dokumenter yang bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam industri film.

Dengan mengusung tema “Yang Terpinggirkan”, keempat film ini menyuguhkan kisah-kisah inspiratif yang menggugah empati penonton terhadap berbagai isu sosial, lingkungan, dan budaya yang kerap luput dari perhatian masyarakat.

Baca Juga:  Tindak Tegas Polsek Sukolilo: Pelaku Curanmor Dilumpuhkan saat Berusaha Kabur

Dosen pengampu mata kuliah Produksi Film Dokumenter PCU, Daniel Budiana, menjelaskan bahwa pemutaran ini bukan sekadar ajang apresiasi, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa merasakan pengalaman langsung bagaimana rasanya melihat karya mereka diputar di layar lebar. Ini juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan kritik dan saran dari penonton agar kualitas produksi mereka semakin meningkat,” ujarnya.

Empat Film, Empat Cerita, Satu Tujuan: Menginspirasi!

Salah satu film yang ditayangkan adalah “TRANSformation”, yang mengisahkan perjuangan seorang transpuan asal Surabaya dalam menghadapi berbagai tantangan demi meraih impiannya. Film ini menawarkan perspektif yang emosional dan penuh makna.

Baca Juga:  Kapolres Boyolali Gelar Konsolidasi dan Doa Bersama Bersama Bhabinkamtibmas untuk Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Ada pula “Kilauan Asa”, yang menyoroti kisah seorang ibu tunggal yang berjuang menghidupi keempat anaknya dengan menjadi ‘manusia silver’. Kisah ini menggugah simpati dan menyentuh sisi humanisme penonton.

Sementara itu, “Entangled” mengangkat isu lingkungan dengan membahas permasalahan sampah di ekosistem mangrove Surabaya serta upaya pelestariannya oleh komunitas peduli lingkungan.

Baca Juga:  Remisi Kemerdekaan di Rutan Salatiga: 3 Warga Binaan Hirup Udara Bebas di Hari Proklamasi

Tak kalah menarik, “Diskotik Berjalan” membawa penonton menyelami fenomena unik ‘sound horeg’, sebuah budaya musik dangdut di Jawa Timur yang semakin marak dan digemari.

Lebih dari Sekadar Tugas Kuliah

Daniel menambahkan bahwa screening ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi mahasiswa PCU untuk menembus festival film nasional maupun internasional. “Kami ingin mereka terus berkarya dan memberanikan diri mengirimkan film mereka ke festival-festival bergengsi,” tambahnya.

Baca Juga:  Usai MoU dengan PLN, Disdik Jatim Tancap Gas: SMKN 7 Surabaya Dibina Jadi Sekolah Vokasi Unggulan

Acara ini membuktikan bahwa mahasiswa PCU bukan hanya sekadar belajar teori, tetapi juga siap terjun langsung ke industri kreatif. Dengan semakin banyak sineas muda berbakat dari Surabaya, diharapkan dunia perfilman Indonesia semakin berwarna dengan kisah-kisah unik dan inspiratif.

Dari tugas kuliah hingga layar CGV, siapa tahu selanjutnya tembus Oscar?. (*)