Malam Kemenangan Bergema! Takbir Keliling Sine Tumpah Ruah, Warga Sambut Idulfitri Dengan Tradisi Yang Meriah
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Malam takbiran di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berubah menjadi lautan manusia dan kendaraan. Tradisi takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung meriah, Jumat malam (21/3/2026), dengan gemuruh suara takbir yang mengguncang sepanjang jalur Sine–Ngrambe.
Sejak selepas Maghrib, masyarakat dari berbagai desa se-Kecamatan Sine mulai berdatangan. Mereka berbaur dalam satu irama kemenangan, mengumandangkan takbir sambil berkeliling menggunakan kendaraan roda dua hingga truk bak terbuka yang dipasangi sound system berukuran besar.
Dentuman suara pengeras yang menggelegar, dikombinasikan dengan gema takbir, menciptakan suasana penuh semangat sekaligus euforia. Ratusan kendaraan tampak beriringan, membawa rombongan jamaah masjid yang antusias menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Namun, kemeriahan tersebut sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas. Di titik krusial, yakni pertigaan Desa Sine, kemacetan tak terhindarkan akibat bertemunya rombongan takbir keliling dari berbagai arah. Arus kendaraan pun tersendat, bahkan sempat lumpuh beberapa saat.
Beruntung, kesigapan aparat gabungan menjadi kunci. Anggota Polsek Sine bersama Koramil serta Relawan Gabungan Sine (GARASI) langsung turun tangan mengurai kemacetan. Dengan pengaturan lalu lintas yang cepat dan terkoordinasi, situasi berangsur kondusif dan kendaraan kembali bergerak meski dalam kondisi padat merayap.
Kapolsek Sine, AKP Heri, melalui AIPTU Imam menegaskan bahwa takbir keliling merupakan tradisi positif yang perlu dijaga. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya ketertiban dan keselamatan selama pelaksanaan kegiatan.
“Takbir keliling ini tradisi yang baik dan meriah, tetapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban, terutama bagi pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam perayaan. Menurutnya, esensi utama malam takbiran adalah mengagungkan nama Allah dengan penuh kekhusyukan serta tetap menghormati nilai-nilai agama.
“Silakan merayakan, tapi jangan sampai berlebihan. Tetap jaga nilai religius dan saling menghormati,” tambahnya.
Secara keseluruhan, tradisi takbir keliling di Sine bukan sekadar pawai malam hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, perpaduan nilai religius, sosial, dan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Malam takbiran pun kembali membuktikan diri sebagai momen sakral sekaligus meriah di mana gema takbir tak hanya terdengar, tetapi juga dirasakan dalam semangat persatuan warga. (*)



Tinggalkan Balasan