Laporan: W Widodo

  SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Krisis Research and Consultant Institut (KRCI) telah mengadakan survei elektabilitas untuk pemilihan wali kota (Pilwalkot) Salatiga mendatang. Selain elektabilitas individu, KRCI juga mensimulasikan elektabilitas pasangan calon.

Direktur KRCI, Suwignyo Rahman, mengungkapkan hasil simulasi pasangan Sinoeng N Rachmadi dengan Hartoko Budiono yang menunjukkan angka elektabilitas tinggi, yakni 27,25 persen. Angka ini jauh mengungguli pasangan lain dalam simulasi.

Baca Juga:  Saloka Fest 2025 Hadir dengan Sensasi Baru: Balon Udara Pertama di Jawa Tengah dan Sajian Budaya Ramah Lingkungan

Dalam simulasi lainnya, ketika Sinoeng dengan pasangan yang sama diadu melawan pasangan berbeda, hasilnya tetap menunjukkan keunggulan signifikan dengan 26,5 persen suara, sedangkan pesaing terdekat hanya memperoleh 8,75 persen. Semua simulasi dilakukan secara head-to-head.

Ketika Sinoeng dipasangkan dengan Pudjo Suseno, suaranya tetap stabil di kisaran 23-24 persen. Kondisi serupa terjadi ketika Sinoeng dipasangkan dengan Sri Wahyuni atau Soetomo.

Baca Juga:  Gagalkan Praktik TPPO, Polres Bondowoso Ringkus Tiga Tersangka, Mobil Pengangkut TKI Ilegal Disita

“Dari tren ini, saya melihat bahwa siapapun pasangan Sinoeng, suara yang diperoleh tetap stabil. Ini modal yang sangat luar biasa dan harus menjadi perhatian para partai politik,” jelas Suwignyo.

Baca Juga:  Kunjungan Penuh Kejutan, Kakanwil Kemenkumham Jateng Beri Apresiasi Rutan Salatiga: Kecil Tapi Tertata

Saat peserta bertanya mengapa semua simulasi berfokus pada Sinoeng, Suwignyo menjelaskan bahwa hasil survei opinion leader dan elektabilitas semuanya mengarah pada Sinoeng dengan margin selisih yang sangat besar. “Jadi suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus memakai Sinoeng dalam Pilwalkot ini. Karena dia adalah pemain utama,” tutur Suwignyo. (*)