Istimewa

Laporan: Muhamad Aryanto

 UNGARAN,BeritaGlobal.net – Setelah sekian lama terhenti karena adanya dampak pandemi covid 19 selama dua tahun, warga  Desa Truko Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang mengelar acara saparan Sabtu (24/09/2022).

Adapun dalam acara saparan dimerihkan dengan pawai arak-arakan kirab budaya dan berbagai kesenian.

Setelah dua tahun fakum karena pandemi Covid 19, masyarakat  Desa Truko Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang, kembali menggelar acara saparan.

Acara yang diprakasai keluarga besar sesepuh Desa Truko Mbah Bruntak dan Mbah Prapto ini diwarnai dengan pawai arak – arakan dan kirab budaya.

Baca Juga:  Kapolres Sumenep Raih Satyalancana Wira Karya, Presiden Apresiasi Peran Polri Dukung Swasembada Pangan

Acara kirab budaya diikuti oleh warga se-Desa Truko. Selain itu juga  di meriahkan oleh group drumblek yang ada di wilayah Kecamatan Bringin serta kesenian reog dan juga group dangdut Regas.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha  yang juga menghadiri acara ini dalam sambutanya menyampailan apresiasi atas antusiasme masyarakat Desa Truko.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Pertalite, Satu Tersangka Diamankan

“Saya turut mendukung kegiatan ini.   Semoga kedepannya bisa lebih di tingkatkan supaya lebih meriah,”katanya, Sabtu (24/9/2022).

Sementara pantauan BeritaGlobal.net dilokasi, bupati Semarang usai memberikan sambutan menyalurkan bantuan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA hingga jenjang perguruan tinggi.

Selain itu bupati juga  memberikan bantuan kepada kelompok seni dan budaya, klub olah raga yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Tak hanya itu, bupati   juga memberikan bantuan untuk para UMKM yang ada di Desa Truko.       

Baca Juga:  Polda Jatim ungkap modus Baru Perdagangan Pekerja Migran Visa Turis Jadi Jalan Menuju Permohonan Suaka di Jerman

Panitia acara yang juga putra Mbah Buntrak, Heru Pamungkas mengatakan bahwa acara ini murni swadaya dari keluarga besar mbah Bruntak dan Mbah Prapto, pihak sponsor    dan gotong royong dari masyarakat Desa Truko.

“Semoga kedepannya dari pemerintah kabupaten Semarang bisa lebih mensuport dan memberi  dukungan  untuk even tahunan ini,”harapnya.(*)