Laporan: Ninis Indrawati

MADIUN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana di halaman Mapolres mendadak berubah tegang usai apel pagi, Selasa (24/2/2026). Tanpa pemberitahuan sebelumnya, jajaran pejabat utama (PJU) dan para Kapolsek di lingkungan Polres Madiun langsung diarahkan mengikuti tes urine mendadak.

Langkah cepat ini menjadi sinyal tegas komitmen institusi di bawah naungan Polda Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Sebanyak 34 personel diperiksa, terdiri dari 21 pejabat utama dan 13 Kapolsek jajaran. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) sesaat setelah apel pagi, sehingga tidak ada celah bagi siapa pun untuk menghindar.

Baca Juga:  Kapolri Safari Ramadan di Surabaya: Pererat Silaturahmi dan Berbagi Kepedulian

Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengawasan internal yang nyata dan berkelanjutan.

“Tes urine ini kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di internal Polres Madiun. Alhamdulillah, hasilnya negatif semua,” tegas AKBP Kemas.

Menurutnya, pengawasan mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya justru penting untuk menjaga objektivitas dan transparansi. Ia tak ingin ada ruang sedikit pun bagi praktik penyalahgunaan narkotika di tubuh kepolisian.

Baca Juga:  Residivis Kembali Beraksi, Polda Jatim Amankan Tiga Pelaku Pemerasan Bersenjata Tajam

Selama proses pemeriksaan berlangsung, personel Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) turut melakukan pengawalan ketat. Setiap tahapan dijalankan sesuai prosedur, memastikan integritas proses tetap terjaga.

“Upaya pencegahan tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga harus dimulai dari internal institusi,” tambahnya dengan nada tegas.

Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa komitmen “Zero Narkoba” bukan sekadar slogan. Di tengah upaya pemberantasan narkotika yang terus digencarkan, Polres Madiun ingin memberi contoh bahwa penegakan disiplin dimulai dari dalam.

Baca Juga:  Operasi Lilin Semeru 2025, Polda Jatim Fokus Keamanan dan Kenyamanan Nataru

Dengan hasil tes yang seluruhnya negatif, kepercayaan publik diharapkan semakin menguat. Institusi yang bersih diyakini menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Tes urine mendadak ini pun disebut akan terus dilakukan secara berkala dan acak. Tujuannya jelas: memperkuat budaya disiplin, menjaga marwah kepolisian, dan memastikan tidak ada kompromi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri. (*)