Laporan: Waspada Gea

KUTAI BARAT | SUARAGLOBAL.COM – Upaya penyelamatan hutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan di wilayah Kutai Barat. Pada hari Selasa, Polsek Melak bersama tim gabungan berhasil memadamkan api yang melahap lahan belukar seluas 3 hektare di Jalan Poros Dusun Muara Barong, Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, (24/09/24).

Pemadaman kebakaran ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Melak, IPTU Hadi Sucipto, S.Kom., dengan melibatkan sinergi berbagai pihak. Selain personel dari Polsek Melak, sebanyak 20 petugas dari BPBD Kutai Barat turut serta dengan 4 unit mobil pemadam. Tak hanya itu, KPHP Mook Manaar Bulatn mengirimkan 15 personel dengan 4 unit mobil pemadam, sementara KPHP Damai menyumbang 10 personel bersama 3 unit mobil pemadam. Tak ketinggalan, 10 warga setempat ikut berperan aktif dalam aksi pemadaman tersebut.

Baca Juga:  4.000 Tusuk Sate Kere, Akan Terhidang Dalam Resepsi Pernikahan Putri Presiden Joko Widodo

Menurut IPTU Hadi Sucipto, keberhasilan tim gabungan dalam memadamkan api adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Ini adalah kerja sama yang luar biasa, kami bahu-membahu untuk memastikan api tidak menyebar lebih luas di lahan kosong dan belukar yang sangat kering ini. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Kapolres Kutai Barat, AKBP Kade Budiyarta, S.I.K., juga mengapresiasi sinergi tim gabungan dalam mengatasi kebakaran tersebut. Ia menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting.

Baca Juga:  Tak Kuat Berenang, Warga Tewas Tenggelam di Aliran Sungai Bengawan Solo

Setelah berjuang hampir sepanjang hari, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.00 WITA. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, diduga kondisi cuaca panas dan kering turut mempercepat penyebaran api. Diharapkan melalui tindakan cepat ini, masyarakat lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di musim kemarau yang rentan.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak, terutama dalam menjaga hutan dan lahan agar tidak terbakar kembali. Kolaborasi yang terjalin di lapangan antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat diharapkan menjadi teladan dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Baca Juga:  Setelah 19 Bulan Disandera OPM, Pilot Susi Air Philip Mark Martein Akhirnya Dibebaskan: Upaya Negosiasi TNI-Polri Berbuah Manis

Upaya pencegahan Karhutla perlu terus digalakkan, baik melalui kampanye edukasi, patroli rutin, maupun penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Selain itu, langkah-langkah mitigasi, seperti reboisasi dan penggunaan teknologi pemantauan hutan, harus diintensifkan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan yang lebih luas.

Aksi sigap dari tim gabungan di Kutai Barat ini adalah bukti nyata bahwa kerja sama adalah kunci dalam menghadapi bencana alam. Dengan adanya tindakan cepat dan koordinasi yang baik, bencana kebakaran hutan dapat diminimalisir, dan kelestarian alam dapat tetap terjaga. (*)