Minggu Pagi Tak Biasa, Satlantas Situbondo Gaungkan Operasi Keselamatan Semeru di CFD
Laporan: Ninis Indrawati
SITUBONDO | SUARAGLOBAL.COM – Suasana Car Free Day (CFD) Situbondo, Minggu pagi (8/2/2026), terasa berbeda. Di tengah warga yang asyik jogging, bersepeda, hingga berburu kuliner, tampak sejumlah personel berseragam menyusuri jalur CFD dengan senyum ramah.
Mereka bukan sedang melakukan penindakan. Sebaliknya, anggota Satlantas dan Samapta Polres Situbondo hadir membawa misi edukasi dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Dengan pendekatan humanis, para personel kepolisian membagikan brosur berisi tips keselamatan berkendara sekaligus informasi aturan lalu lintas terbaru. Sambil berpatroli ringan, mereka menyapa masyarakat satu per satu, mengajak berdialog, bahkan melayani pertanyaan seputar tata tertib berlalu lintas.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan, pemilihan lokasi CFD bukan tanpa pertimbangan.
“Kami ingin keselamatan itu menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Melalui pendekatan langsung di CFD ini, kami mengajak warga untuk selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” ujar AKP Nanang.
Menurutnya, suasana santai dan penuh kekeluargaan di CFD membuat pesan edukasi lebih mudah diterima masyarakat. Tidak ada jarak antara polisi dan warga. Semua berbaur dalam semangat menjaga keselamatan bersama.
Edukasi yang diberikan pun cukup lengkap. Mulai dari pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, memastikan kelengkapan surat-surat, memakai helm berstandar SNI, hingga imbauan tegas untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Semua itu bertujuan menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Situbondo.
Tak hanya sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026, kegiatan ini juga menjadi langkah awal menciptakan situasi kondusif menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026 yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum hari raya.
Respons masyarakat pun terbilang positif. Banyak warga yang menyempatkan diri berhenti sejenak untuk berdiskusi dengan petugas. Bahkan, sejumlah orang tua terlihat mengajak anak-anak mereka mendekat agar mendapat edukasi langsung sejak dini.
“Harapannya kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran lalu lintas menurun dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkas AKP Nanang.
Dengan pendekatan persuasif dan humanis ini, Polres Situbondo berharap budaya tertib berlalu lintas tak lagi lahir dari rasa takut akan sanksi, melainkan tumbuh dari kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama. (*)



Tinggalkan Balasan