Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh elemen masyarakat. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota MPR RI, Dr. H. Muh Haris, M.Si., di Kantor DPW PKS Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang diikuti kader PKS serta sejumlah tokoh masyarakat tersebut berlangsung penuh antusias. Selain menjadi sarana edukasi kebangsaan, forum ini juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di era modern.

Dalam paparannya, Muh Haris menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan baru yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap ideologi bangsa.

“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi yang dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan, gotong royong, toleransi, dan semangat menjaga keutuhan bangsa harus terus kita rawat bersama,” tegas Muh Haris di hadapan peserta.

Baca Juga:  Dari Tabung Gas ke Tragedi: Pembunuhan di Kedinding Lor Dipicu Emosi dan Tekanan Ekonomi

Muh Haris menilai bahwa generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar berbagai informasi tanpa filter melalui media digital. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kebangsaan sejak dini agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Ia menyebut bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi benteng utama dalam menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap persatuan nasional.

“Pemahaman kebangsaan yang kuat akan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muh Haris juga memberikan perhatian khusus terhadap peran kader partai politik dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Menurutnya, kader partai tidak hanya bertugas menjalankan aktivitas politik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai agen pendidikan politik bagi masyarakat. Kader harus mampu memberikan contoh positif, menjaga persatuan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Motor Ditertibkan, Konvoi Dibubarkan: Polres Tuban Kembalikan Ratusan Motor Hasil Penertiban Konvoi, 73 Masih Misterius 

“Kader partai harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Mereka juga harus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang demokrasi yang sehat dan berkeadaban,” katanya.

Ia menambahkan bahwa demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Suasana sosialisasi berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari tantangan demokrasi di era digital, maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat, hingga pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Para peserta tampak aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Muh Haris menilai forum seperti ini sangat penting karena dapat menjadi sarana bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Salah satu peserta, Arif, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Baca Juga:  Anto Van Java Bersyukur Atas Paslon Agustin - Iswar Bisa Unggul Jauh Perolehan Suara di Pilwakot Semarang

Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi bekal bagi kami untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Arif.

Melalui kegiatan tersebut, Muh Haris berharap para peserta tidak hanya memahami konsep Empat Pilar MPR RI secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor persatuan, menjaga toleransi, memperkuat semangat gotong royong, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

“Jika nilai-nilai Empat Pilar benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan dan mampu mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan semangat kebangsaan yang terus dipupuk melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai NKRI serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang. (*)