Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Semarang Tekankan Penguatan SDM di Tengah Tekanan Fiskal
Laporan: Wahyu Widodo
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Semarang tancap gas menyusun arah pembangunan masa depan! Melalui forum strategis Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, berbagai isu krusial mulai dari tekanan anggaran hingga peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi “dapur utama” dalam meracik kebijakan pembangunan yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
“Tahun ini kita fokus pada penguatan daya saing SDM dan ekonomi daerah menuju Kabupaten Semarang yang berdikari,” tegasnya.
Namun di balik optimisme tersebut, tantangan besar sudah menghadang di depan mata. Ngesti secara terbuka mengungkap adanya tekanan fiskal yang cukup signifikan. Pada tahun 2026, dana transfer daerah diperkirakan akan turun drastis hingga Rp250 miliar.
Tak hanya itu, dana bagi hasil cukai tembakau juga mengalami penyusutan tajam, bahkan mencapai 50 persen atau sekitar Rp8,5 miliar. Kondisi ini jelas menjadi “alarm serius” bagi arah kebijakan pembangunan tahun 2027.
“Dengan adanya aturan baru yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen, kita harus benar-benar cermat menyusun strategi,” ungkapnya.
Menghadapi situasi tersebut, Pemkab Semarang tak tinggal diam. Sejumlah langkah taktis langsung disiapkan. Mulai dari mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, hingga membuka kran investasi seluas-luasnya.
Sektor pariwisata dan pajak rumah makan pun masuk dalam radar utama sebagai sumber pendapatan potensial. Meski begitu, Ngesti memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Saya tegaskan, PBB tidak akan dinaikkan sampai akhir masa jabatan, kecuali untuk lahan yang mengalami perubahan fungsi,” jelasnya.
Di sisi lain, sinergi dengan program strategis nasional juga terus diperkuat. Salah satu proyek besar yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalan tol Bawen–Yogyakarta yang diharapkan mampu mendongkrak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Tak ketinggalan, program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di sektor agrowisata juga akan didorong untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Untuk tahun 2027, Pemkab Semarang telah memetakan sejumlah prioritas pembangunan. Mulai dari pengelolaan sampah yang lebih modern, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, hingga penguatan indeks pembangunan manusia (IPM).
“Konsep pembangunan berkelanjutan dan peningkatan layanan dasar tetap menjadi prioritas utama,” tegas Ngesti.
Di akhir pernyataannya, ia berharap seluruh masukan dari peserta Musrenbang dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kabupaten Semarang yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (*)





Tinggalkan Balasan